Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

67 Tahun PEPABRI, Kasiren Korem Bhaskara Jaya: Api Perjuangan dan Persatuan Tak Boleh Padam

Sabtu, September 12, 2026, 17:46 WIB Last Updated 2026-09-12T10:47:13Z

Surabaya, kompasone.com – Perjuangan tidak selalu hadir dalam bentuk dentuman senjata atau medan pertempuran. Ada perjuangan yang terus hidup dalam keteladanan, kesetiaan, dan kepedulian terhadap bangsa. Nilai itulah yang diwariskan para purnawirawan kepada generasi penerus, sekaligus menjadi pesan penting dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) di Tugu Pahlawan, Surabaya, Sabtu (12/9/2026).


Mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”, syukuran HUT ke-67 PEPABRI menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang para purnawirawan yang telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan sebagian besar masa hidupnya untuk bangsa dan negara. Dalam kegiatan tersebut, Kasiren Korem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Masarum Djati Laksono hadir mewakili Danrem 084/BJ Brigjen TNI Kohir.


Kegiatan yang berlangsung di kawasan Tugu Pahlawan itu dipimpin Ketua Umum PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Hadir pula sejumlah tokoh, di antaranya Jenderal TNI (Purn) Yudo Margono selaku Ketua Umum PPAL, Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E. selaku Sekjen Kemhan, serta Wakil Gubernur Jawa Timur H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.


Bagi Kasiren Korem 084/BJ, momentum tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar sebuah peringatan hari ulang tahun. Di balik usia yang terus bertambah, terdapat perjalanan pengabdian yang panjang dan keteladanan yang layak menjadi cermin bagi generasi saat ini.


“Para purnawirawan telah memberikan contoh bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika seseorang melepas seragam. Semangat untuk menjaga persatuan, memberikan manfaat bagi masyarakat dan mencintai tanah air harus tetap hidup dalam setiap generasi,” ujar Kasiren Korem 084/BJ Letkol Inf Masarum Djati Laksono.


Menurutnya, usia 67 tahun PEPABRI merupakan perjalanan panjang yang sarat pengalaman. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengalaman tersebut terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.


Kasiren menegaskan, semangat perjuangan tidak mengenal batas usia. Ketika seorang prajurit memasuki masa purnawirawan, pengabdiannya memang berubah bentuk, tetapi nilai-nilai yang melekat selama menjalankan tugas disiplin, loyalitas, tanggung jawab, kebersamaan dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap dapat menjadi kekuatan moral bagi masyarakat.


“Api perjuangan jangan sampai padam. Kita harus menjaganya melalui keteladanan, persatuan dan kepedulian terhadap sesama. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menghargai perjuangan para pendahulunya sekaligus menyiapkan generasi berikutnya untuk melanjutkan cita-cita perjuangan,” tegasnya.


Dari Tugu Pahlawan, tempat yang menyimpan jejak keberanian dan pengorbanan para pejuang, HUT ke-67 PEPABRI menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar untuk dikenang. Ada nilai yang harus diteruskan dan ada persatuan yang harus terus dirawat. Harapannya, semangat para purnawirawan tetap menjadi cahaya bagi generasi penerus, sehingga api perjuangan dan persatuan bangsa tidak pernah kehilangan nyalanya di tengah perjalanan Indonesia menuju masa depan.


(Brh)

Iklan

iklan