Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kemarau Panjang Tekan Stok Pangan Yahukimo, Wabup Yahukimo Esau Miram Bergerak Salurkan Beras ke 51 Distrik

Selasa, September 08, 2026, 16:17 WIB Last Updated 2026-09-08T09:18:11Z

 


Yahukimo, kompasone.com— Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) berupa beras kepada masyarakat di 51 distrik sebagai langkah membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang dan keterbatasan stok pangan.


Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap. Sebanyak 25 distrik menerima bantuan beras pada tahap awal, sementara 26 distrik lainnya akan disalurkan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan stok beras yang masuk ke gudang Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Yahukimo.


Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, S.IP., mengatakan kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak terhadap kondisi perekonomian dan ketersediaan bahan makanan pokok di wilayah Yahukimo.


Menurutnya, harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan cukup tinggi, sementara stok beras di sejumlah toko dan kios mulai terbatas sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pangan secara stabil.


“Kami pemerintah terus melakukan berbagai langkah dan upaya. Melalui jalur Sungai Lokbon, beras sebenarnya sudah tersedia, tetapi masih tersandar di Suator. Kondisi musim kemarau membuat air sungai belum normal sehingga beras tersebut sulit tiba di Dekai,” ujar Esau Miram.


Ia menjelaskan, pemerintah juga terus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satunya melalui komunikasi dengan pihak Hercules, sehingga dalam beberapa hari terakhir telah dilakukan dropping sebanyak 12 ton beras untuk ASN.


Wakil Bupati mengakui bahwa kondisi yang dihadapi saat ini cukup rumit. Namun, kerja keras seluruh pimpinan daerah, pimpinan OPD, dukungan masyarakat, serta doa dari gereja menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi situasi tersebut.


“Situasi ini memang sangat rumit untuk kita atasi. Tetapi karena kerja keras semua pimpinan daerah, pimpinan OPD, doa dari gereja dan masyarakat, akhirnya ada stok yang masuk. Ini sedikit membantu mengatasi kondisi pangan yang sedang dihadapi, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi oleh semua orang yang berada di Yahukimo,” katanya.


Esau Miram menilai kondisi saat ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memperkuat ketahanan pangan berbasis ekonomi lokal, terutama melalui aktivitas berkebun dan pemanfaatan bahan pangan lokal.


“Situasi ini memberikan tamparan keras bagi kita untuk sadar kembali berkebun dan memperkuat ekonomi lokal. Kita harus bertahan hidup dengan makanan lokal seperti orang Papua. Namun, kenyamanan dalam aktivitas berkebun juga saat ini belum menjamin sepenuhnya. Karena itu, untuk sementara kita perlu hidup seadanya, makan seperlunya dan beraktivitas sewajarnya,” harapnya.


Ia menambahkan, stok beras yang tersedia akan disalurkan kepada 51 distrik secara bertahap. Dengan alokasi sementara sekitar satu ton beras untuk setiap distrik, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat.


Karena itu, penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan 25 distrik menjadi penerima pada tahap awal, sedangkan 26 distrik lainnya akan menunggu penyesuaian berdasarkan stok beras yang masuk ke gudang Dinas Ketahanan Pangan.


Wakil Bupati juga meminta seluruh kepala distrik, RT/RW, serta pihak yang terlibat dalam proses pembagian agar bantuan tersebut benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.


Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil bantuan lebih dari satu kali, baik di distrik maupun wilayah RT/RW yang berbeda. Hal tersebut dinilai penting agar bantuan dapat dibagikan secara merata dan tidak mengurangi hak keluarga lainnya.


“Pembagian harus benar-benar kepada masyarakat. Masyarakat juga jangan mengambil bantuan dari distrik yang satu kemudian mengambil lagi di distrik yang lain. Begitu juga melalui RT/RW. Jangan sampai satu keluarga mendapatkan lebih dari satu kali karena hal itu dapat mengurangi bagian keluarga yang lain,” tegasnya.


Esau juga mengingatkan para kepala distrik dan RT/RW agar tidak menggunakan bantuan beras untuk kepentingan pribadi atau memberikannya kepada masyarakat di luar wilayah penerima.


Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hak masyarakat setempat yang telah masuk dalam daftar penerima. Apabila stok beras habis sementara masih terdapat warga setempat yang belum menerima, maka hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa proses pembagian tidak berjalan sesuai daftar penerima.


Di tengah kondisi tersebut, Wakil Bupati Yahukimo memberikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai telah menunjukkan kesadaran dan kesabaran dalam menghadapi situasi yang terjadi.


Ia mengatakan kondisi kesulitan pangan saat ini bukan hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga berbagai kalangan yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Yahukimo. Karena itu, diperlukan kesadaran, kesabaran, serta dukungan semua pihak.


“Kondisi hari ini pasti tidak akan berlangsung lama. Ketika kita berdoa bersama-sama kepada Tuhan, saling mendukung proses dan upaya yang kami lakukan, saya percaya situasi ini akan dapat kita atasi,” ungkapnya.


Wakil Bupati Yahukimo mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak cemas maupun gelisah. Ia meminta masyarakat terus mendukung berbagai upaya pemerintah, termasuk melalui doa, agar proses penanganan kondisi pangan dapat berjalan dengan baik dan situasi segera kembali normal.


Vekson Aliknoe 

Iklan

iklan