TAPUT, kompasone.com – Rasa syukur dan terima kasih disampaikan warga penerima 103 unit hunian tetap (Huntap) di Parsaoran Nauli, Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), setelah mendapatkan rumah yang dinilai rapi, nyaman dan dilengkapi berbagai fasilitas kebutuhan sehari-hari.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada keluarga besar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara serta para sponsor yang turut mengambil bagian dalam pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
Bagi penerima, 103 unit Huntap Parsaoran Nauli bukan sekadar rumah baru, tetapi menjadi bagian dari proses pemulihan dan pijakan untuk kembali menata kehidupan setelah bencana.
Setiap hunian telah dilengkapi fasilitas air dan listrik serta berbagai perlengkapan rumah tangga.
Perlengkapan tersebut antara lain meja makan satu set, sofa, tempat tidur, kompor beserta tabung gas, cermin, kaca piring, lemari pakaian, peralatan dapur dan memasak, serta selimut dan bantal.
Kelengkapan itu membuat warga dapat langsung menempati rumah tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar rumah tangga.
Sebelumnya, muncul kritikan yang menyebut adanya bangunan Huntap mengalami retak, kebocoran dan dinilai tidak layak huni. Namun, warga penerima di Huntap Parsaoran Nauli menyampaikan kondisi yang mereka rasakan berbeda setelah menempati hunian tersebut.
Marnahot Hutabarat (72), salah seorang penerima Huntap, mengaku bersyukur karena mendapatkan rumah yang menurutnya bagus, rapi dan nyaman. Kehadiran hunian tersebut membuat dirinya bersama keluarga memiliki tempat tinggal yang lebih pasti setelah terdampak bencana.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini bagus, rapi dan nyaman. Air dan listrik juga sudah tersedia, termasuk berbagai peralatan rumah tangga,” ujarnya.
Ucapan apresiasi serupa disampaikan Elizabeth Panggabean dan Sehat Lumbantobing. Bagi mereka, bantuan tersebut sangat berarti karena tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan setelah mengalami dampak bencana.
“Kami tidak mampu membalas semua kebaikan itu. Semoga Tuhan memberkati semua pihak yang telah membantu kami,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Lingkungan Hidup (PKPLH)Taput Nokman Simanungkalit menyampaikan bahwa pembangunan Huntap tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, kementerian terkait hingga Pemkab Taput.
Upaya tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi Bupati Taput Jonius Taripar Hutabarat dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Selain 103 unit Huntap, Pemkab Taput juga membangun sekolah dan sejumlah fasilitas pendukung melalui kerja sama dengan Yayasan DEL.
Kadis Perkimberharap para penerima dapat menjaga rumah dan lingkungan yang telah dibangun bersama agar tetap bersih, rapi dan asri.
Warga juga diharapkan kembali beraktivitas secara normal menata kehidupan pascabencana serta tidak terus larut dalam kesedihan akibat musibah yang telah terjadi.
“Harapan kami, rumah dan lingkungan ini dijaga bersama agar tetap rapi dan asri. Warga juga kami harapkan bisa kembali beraktivitas secara normal, jangan terus larut dalam musibah. Mari kita bangkit dan menata kembali kehidupan,” ujarnya.
(Bernat L Gaol)
