SIDRAP, kompasone.com — Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas dari tindakan perundungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 116 Desa Salobukkang menggelar rangkaian sosialisasi anti-bullying yang menyasar seluruh Sekolah Dasar (SD) di Desa Salobukkang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Nabila Maharani Takko sebagai program kerja individu tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada jam sekolah. Sosialisasi dimulai pada Senin pagi (20/7/2026) di UPT SD Negeri 4 Tanru Tedong, dilanjutkan di SD Negeri 11 Tanru Tedong pada Selasa pagi (21/7/2026), dan ditutup di SD Negeri 14 Tanru Tedong pada Rabu pagi (22/7/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video edukasi interaktif mengenai jenis-jenis perundungan dan dampaknya terhadap sesama teman. Suasana semakin interaktif saat pemateri menyampaikan materi menggunakan media presentasi (PowerPoint) yang mengulas bahaya perundungan verbal, fisik, hingga psikologis di tingkat sekolah dasar dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab serta pembagian hadiah bagi siswa-siswi yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Aisyah, salah seorang guru di SD Negeri 11 Tanru Tedong, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNHAS dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan sejak dini.
"Kami sangat menyambut baik dan bersyukur atas kedatangan Nak Nabila beserta teman-teman mahasiswa KKN UNHAS di sekolah kami. Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat dan dikemas dengan sangat meriah sehingga anak-anak begitu antusias menyimaknya. Pemahaman tentang bahaya bullying ini memang sangat penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak bisa saling menyayangi dan menghargai teman-temannya di sekolah," ujar Aisyah.
Sebagai bentuk keberlanjutan program pencegahan perundungan tersebut, pada Kamis siang (6/8/2026), Nabila secara resmi menyerahkan bantuan spanduk dan stand banner edukatif kepada pihak pengelola masing-masing SD di Desa Salobukkang.
Media edukasi tersebut memuat seruan dan ajakan untuk menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah. Keberadaan media tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Penyerahan fasilitas edukasi visual tersebut kembali mendapat respons positif dari jajaran kepala sekolah dan guru di seluruh SD Desa Salobukkang. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus menyuarakan pesan anti-bullying sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan belajar yang harmonis, aman, dan inklusif secara berkelanjutan.
-VAL
