TAPUT, kompasone.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) mulai menyiapkan penenun untuk mengembangkan ulos berbahan serat limbah pertanian melalui Program Sosialisasi dan Pelatihan Penenunan Ulos Berbasis Serat Limbah Pertanian (ECO-Ulos).
Kegiatan itu digelar di Gedung Dekranasda, Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (11/8), diikuti 50 penenun Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Siatas Barita, dan Pahae Julu.
Peserta itu mendapat pelatihan mengolah serat pelepah pisang dan daun nanas menjadi benang tenun sebagai alternatif bahan baku ulos.
Pelatihan menghadirkan Founder dan CEO PT Saree Jaya Indonesia (Saree Ulos), Juliana Sianturi, sebagai narasumber.
Peserta memperoleh materi mengenai pengolahan serat limbah pertanian hingga teknik penerapannya pada proses penenunan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Taput, Augus Sinaga, mengatakan pemerintah akan melanjutkan pendampingan kepada para penenun, mulai dari penguatan kapasitas, legalitas usaha, hingga pemasaran produk.
"Harapan kami, para peserta tidak berhenti pada pelatihan ini, tetapi mampu mengembangkan usahanya sehingga produk tenun Taput semakin berdaya saing," kata Augus.
Ketua Dekranasda Taput, Neny Angelina JTP Hutabarat, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah awal untuk memperkenalkan inovasi dalam industri tenun tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada ulos.
"Ulos bukan sekadar kain, tetapi identitas dan warisan budaya masyarakat Batak. Melalui pelatihan ini, kami ingin para penenun mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan," ujarnya.
Menurut Neny, Taput memiliki lebih dari 6.000 penenun yang menjadi potensi besar bagi pengembangan industri wastra. Karena itu, peningkatan keterampilan dinilai penting agar produk yang dihasilkan semakin beragam dan mampu menjawab kebutuhan pasar.
Para peserta kemudian diharapkan menjadi pelopor pengembangan ECO-Ulos di daerahnya masing-masing untuk memperkuat posisi Taput sebagai sentra tenun yang inovatif dan berkelanjutan.
(Bernat L Gaol)
