Yogyakarta, Kompasone.com — GBPH H. Prabukusumo, S.Psi. kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI DIY masa bakti 2026-2031 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI DIY yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026).
Musprov PMI DIY menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi dan kepengurusan untuk periode lima tahun mendatang.
Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, saat membuka Musprov menegaskan pentingnya penguatan tata kelola organisasi agar pelayanan kemanusiaan PMI semakin optimal.
“Musprov merupakan forum tertinggi PMI di tingkat provinsi untuk mengevaluasi kepengurusan, menetapkan arah organisasi, dan menentukan kepengurusan periode berikutnya,” ujar Sudirman Said.
Menurutnya, Musprov juga harus menjadi ruang untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara obyektif, membahas program kerja secara terbuka, serta menghasilkan rekomendasi yang realistis.
Sudirman Said menekankan perlunya kejelasan kewenangan dan tanggung jawab, tertib administrasi, transparansi, akuntabilitas, serta hubungan yang harmonis antara PMI Provinsi dengan PMI Kabupaten/Kota.
Ia juga mendorong audit independen secara berkala sebagai bagian dari mekanisme tata kelola organisasi.
“Audit independen secara berkala perlu ditetapkan sebagai mekanisme yang wajib dalam tata kelola organisasi untuk memastikan pengelolaan keuangan, aset, dan sumber daya organisasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Sudirman mengapresiasi PMI DIY yang selama ini konsisten menjalankan audit eksternal dan memperoleh hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
PMI DIY Hadapi Tantangan Bencana dan Krisis Kesehatan
Sementara itu, Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Dr. Amin Subargus, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa PMI memiliki posisi penting dalam pelayanan kemanusiaan.
PMI hadir dalam berbagai situasi, mulai dari penanganan bencana, pelayanan darah, pelayanan kesehatan hingga kondisi kedaruratan.
Di Yogyakarta, gerakan kemanusiaan tersebut ditopang partisipasi masyarakat. Pada 2026, PMI DIY memberikan penghargaan kepada 99 pendonor darah sukarela yang telah mencapai 75 kali donor.
Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) juga terus dilakukan untuk menanamkan kepedulian dan keterampilan kemanusiaan sejak usia muda.
Gubernur DIY berharap Musprov tidak berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Forum tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperbaiki tata kelola, memperkuat regenerasi relawan dan meningkatkan kesiapan PMI menghadapi tantangan kemanusiaan.
Perubahan iklim, ancaman bencana, krisis kesehatan dan perkembangan teknologi disebut menjadi tantangan yang harus diantisipasi.
Fokus Penguatan Relawan dan Ketersediaan Darah
Terpilih kembali memimpin PMI DIY, Gusti Prabu mengatakan penguatan kapasitas relawan akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan periode 2026-2031.
Menurutnya, relawan merupakan garda terdepan pelayanan PMI, terutama dalam menghadapi bencana, krisis kesehatan serta berbagai dinamika sosial.
Selain penguatan relawan, PMI DIY berkomitmen menjaga ketersediaan darah yang aman, terjangkau dan berkualitas.
Ketersediaan darah tersebut sangat bergantung pada keberadaan pendonor darah sukarela. Karena itu, PMI DIY akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, media, pemangku kepentingan dan masyarakat.
Gusti Prabu menjelaskan, kepengurusan PMI DIY masa bakti 2021-2026 secara resmi akan berakhir pada 8 Oktober 2026. Musprov digelar sesuai ketentuan organisasi, termasuk untuk memilih dan menetapkan Ketua PMI DIY masa bakti 2026-2031.
Dari Pandemi hingga Berbagai Prestasi
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Gusti Prabu memaparkan berbagai kegiatan dan capaian PMI DIY selama lima tahun terakhir.
Pada awal kepengurusan 2021-2022, PMI DIY masih menghadapi dampak pandemi Covid.
( Mbah Pri )

