Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul Droping Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Senin, Agustus 10, 2026, 16:51 WIB Last Updated 2026-08-10T09:51:24Z

 


Gunungkidul DIY, Kompasone.com — Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Djangkar Bumi Hotel salurkan bantuan air bersih untuk warga Padukuhan Song Waluh dan Padukuhan Kendal Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop Gunungkidul. Droping tersebut dipimpin langsung oleh ketua DPD TMI Kabupaten Gunungkidul Joko Parwoto, S.E., M.M.


Dalam kesempatan tersebut ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan, kegiatan ini wujud kepedulian dari DPD Tani Merdeka Indonesia Gunungkidul terhadap masyarakat terdampak kekeringan. 


"Air merupakan sumber kehidupan, sehari-hari kita butuh air, dengan droping air bersih ini semoga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan," kata Joko Parwoto. 


Saya ucapkan, sambung Joko, terimakasih terhadap semua pihak atas kepedulianya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, bagi masyarakat saya harap sabar, tabah dan selalu berdo,a semoga yang Maha Kuasa selalu melindungi kita dan musim penghujan segera tiba. 


Sementara perwakilan dari warga Song Wuluh, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tani Merdeka Indonesia Gunungkidul yang telah memberi bantuan air bersih. 


"Bapak Joko Parwoto dan pengurus terimakasih atas kehadirannya sekaligus membantu kami memberikan air bersih, semoga Bapak diberi kesehatan selalu dan selalu memperhatikan masyarakat kecil," ungkapnya (10/8/26). 


Beberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul jika terjadi musim kemarau berkepanjangan merupakan daerah yang rawan kekeringan, menurut dari beberapa masyarakat yang masih kental menggunakan perhitungan Jawa, (Pranata Mangsa), bulan ini Agustus (Shafar) dalam bulan Jawa. Merupakan masa Karo (perhitungan jawa) karo sama dengan dua, candraning masa Rontoking Tarulata (perhitungan Jawa) dimana musim ini, perhitungan ini, ialah saatnya dedaunan gugur (rontok), maka untuk masuk di perhitungan kapan musim penghujan tiba, menurut perhitungan ini masih 3-4 bulan. 


"Ini pranata mangsa, pegangan petani untuk memulai kapan waktunya olah lahan, kapan waktunya akan turun hujan. Kalau Jawa jarang turun hujan itu pada masa lima, biasanya masa empat, atau masa enam. Tapi ini hanya ilmu titen lho ya,, " sebut salah satu warga. 


Semoga tidak lama lagi musim penghujan tiba, bencana kekeringan teratasi masyarakat adem ayem. 


( Mbah Pri )

Iklan

iklan