Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dari Cidahu Menuju Panggung Jawa Barat, Kapten Muda Afiz Makhdum Fairuz Membawa Harapan Kuningan di Piala Suratin 2026

Kamis, Agustus 06, 2026, 19:39 WIB Last Updated 2026-08-06T12:39:29Z

 


Kuningan, kompasone.com – Di sebuah lapangan hijau, suara peluit latihan memecah sore yang mulai teduh. Puluhan pemain muda berlari mengejar bola dengan semangat yang sama, menggapai mimpi menjadi pesepak bola profesional. Di antara mereka, berdiri seorang remaja yang dipercaya memimpin perjuangan tim. Ban kapten melingkar di lengannya, menjadi simbol tanggung jawab yang dipikulnya. Dialah Afiz Makhdum Fairuz, kapten tim U-17 yang siap membawa timnya berlaga pada Piala Suratin Jawa Barat 2026.


Bagi Afiz, sepak bola bukan sekadar olahraga. Sejak kecil, lapangan menjadi tempatnya belajar tentang disiplin, kerja keras, kebersamaan, dan pantang menyerah. Setiap latihan dijalani dengan penuh kesungguhan, setiap pertandingan menjadi pelajaran untuk terus berkembang.


Kepercayaan sebagai kapten bukanlah hadiah, melainkan buah dari proses panjang yang ditempuh dengan konsisten. Di setiap sesi latihan menjelang bergulirnya Piala Suratin pada 16 Agustus 2026, Afiz selalu berusaha menjadi contoh bagi rekan-rekannya. Ia tak hanya mengatur ritme permainan, tetapi juga membangkitkan semangat tim agar tetap kompak menghadapi kerasnya persaingan.


Di balik sosok atlet muda itu, Afiz lahir dari keluarga yang mengedepankan pendidikan, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia merupakan putra dari Abdul Haris, SH, pengamat kebijakan pemerintah daerah sekaligus praktisi hukum yang dikenal luas di Kabupaten Kuningan karena aktif memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan pemerintahan dan penegakan hukum. Sementara sang ibu, Euis Qoriah, S.Pd., merupakan guru di SD Negeri Kertawinangun 2, Desa Bogor, Kecamatan Cidahu, yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri untuk mendidik generasi muda.


Meski dibesarkan di lingkungan yang dekat dengan dunia hukum, pemerintahan, dan pendidikan, Afiz memilih mengukir prestasi melalui sepak bola. Semangat, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan kedua orang tuanya menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter kepemimpinannya di lapangan.


Tak hanya berprestasi di bidang olahraga, Afiz juga menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan. Saat ini ia tercatat sebagai siswa kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMAN 1 Kuningan. Baginya, pendidikan dan olahraga adalah dua hal yang harus berjalan beriringan sebagai bekal untuk meraih masa depan.


Piala Suratin merupakan salah satu kompetisi usia muda paling bergengsi di Indonesia. Turnamen yang diselenggarakan Asprov PSSI Jawa Barat ini telah melahirkan banyak pemain berbakat yang kemudian menembus level profesional. Karena itu, setiap pertandingan akan menjadi kesempatan emas bagi Afiz dan rekan-rekannya untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pelatih, pencari bakat, dan pecinta sepak bola.


Menjelang kick-off, program latihan terus dimatangkan. Peningkatan kondisi fisik, penguasaan teknik, strategi permainan, hingga penguatan mental menjadi fokus utama tim pelatih. Afiz menyadari bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh satu pemain, melainkan oleh kerja sama seluruh tim.


Harapan besar kini mengiringi langkah skuad U-17. Dukungan masyarakat Kabupaten Kuningan menjadi energi tambahan bagi para pemain muda untuk tampil tanpa rasa gentar. Mereka membawa nama daerah, semangat juang, dan mimpi yang sama: mengukir prestasi di tingkat Jawa Barat serta membuka jalan menuju sepak bola nasional.


Bagi Afiz Makhdum Fairuz, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari cita-cita yang lebih besar. Dari lapangan sederhana di Cidahu, ia kini bersiap menorehkan kisah di Piala Suratin 2026. Dengan ban kapten di lengan, doa kedua orang tua, dukungan para pelatih, serta semangat masyarakat Kuningan, Afiz ingin membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari sebuah desa, selama dijalani dengan kerja keras, disiplin, dan keyakinan untuk tidak pernah menyerah.


Arif Rahman 

Iklan

iklan