Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

"Diduga" Punya Koneksi di Mabes Polri, Niscaya Polres Karimun Bertindak Terkait Dugaan Usaha BBM Ilegal Milik Ijal

Sabtu, Juni 06, 2026, 23:28 WIB Last Updated 2026-06-06T16:28:51Z

Karimun, kompasone.com - Isu mengenai oknum Mabes Polri yang membekingi usaha Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal yang diduga, milik salah satu pengusaha asal buru kecamatan buru, kabupaten karimun merupakan salah satu kasus besar yang menarik perhatian publik.


Munculnya isu ini, jelas sangat menyita perhatian publik, khususnya di karimun, dimana praktik penimbunan dan penyaluran BBM ilegal tersebut diduga dibekingi oknum mabes polri, yang menyebabkan lemahnya Aparat Penegak Hukum (APH) tingkat daerah untuk melakukan tindakan, sehingga mampu berkibar hingga puluhan tahun lamanya.


Disamping kekuatan Ijal untuk menjalankan usahanya, ada relasi khusus yang hafus ditata sebaik mungkin terhadap APH di Karimun. Hal ini tentu seakan menjadi bahan perhatian bagi publik, dimana ijal selalu hadir memberikan ucapan selamat setiap adanya mutasi atau pergantian pimpinan di lingkungan polres karimun lewat papan bunga. 


Dibalik harapan masyarakat sekitar, dalam pemberantasan praktik penimbunan dan penyaluran BBM ilegal tersebut, ada para pencari berita yang selalu menyuarakan kelemahan pengawasan APH di Karimun lewat media online masing masing, untuk berharap adanya tindakan serius dari pihak kepolisian, namun selalu tidak membuahkan hasil, diduga hal itu disebabkan adanya konsekuensi buruk ketika APH ditingkat daerah melangkahi wewenang oknum APH di lingkungan Markas Besar (Mabes) Polri. 


Tindakan Polres Karimun yang tidak berdaya semakin membangun opini bagi publik bahwa Ijal merupakan seorang pelaku usaha ilegal yang tidak tunduk kepada hukum negara dan tidak akan tersentuh hukum sekalipun sudah melakukan pelanggaran hukum dengan menjalankan bisnis BBM ilegal.


Sesuai Informasi yang dihimpun kompasone.com dari salah seorang pengusaha transportasi laut trayek karimun-buru, yang tidak bersedia identitasnya dipublikasikan, ketika ditemui di salah satu rumah sakit di karimun, sabtu 06/06 mengatakan bahwa pengusaha sekelas ijal sudah millioner dan diduga dibekingi oknum polri dari mabes.


"Wah kalau dia, jelas sudah kaya pak dari hasil minyak, bahkan sudah millioner, jika bicara tentang keamanannya, jangankan di polda kepri, dimabes polri pun dia sudah punya perlindungan. Terkadang dikampung (buru-red) kita pernah mendengar ada tamu khususnya dari jakarta, namun saya tidak pastikan apakah itu oknum polisi atau bukan," ujarnya.


Sehubungan dengan informasi tersebut, Kapolsek Buru ketika dikonfirmasi, lewat hanphone miliknya, tidak merespon. Bahkan pesan whatshaap yang dikirimkan juga tidak membuahkan tanggapan.


Sekalipun kebenaran informasi ini belum terbukti, namun jika benar adanya oknum dari mabes polri membeking usaha tersebut, ini sudah jelas mengindikasikan adanya pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan wewenang berdasarkan aturan, anggota Polri dilarang keras untuk terlibat ataupun melindungi aktivitas ilegal.


 [B4HO]

Iklan

iklan