Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Langit Mendung Berselimut Rahmat, Gema Takbir Sumenep Ketuk Pintu Langit

Rabu, Mei 27, 2026, 07:28 WIB Last Updated 2026-05-27T00:28:29Z

 


Penulis:

R. M Hendra


Ketika sang surya menyembunyikan sinarnya di balik tirai cakrawala, jagat raya Sumenep seketika berselimut keheningan yang agung. Dari jantung kota, gema takbir mulai mengangkasa, lahir dari rahim Masjid Agung Jamik Sumenep. Suara sakral itu merayap membelah pekatnya malam, mengetuk pintu-pintu langit, dan menjalar hingga ke setiap sudut ghaib bumi Joko Tole.


Mendengar bait-bait pujian yang mengalun tanpa jeda, raga seketika luruh dalam ketidakberdayaan. Ada getaran hebat yang merambati dada; sebuah kesadaran spiritual yang menghentak nurani bahwa manusia hanyalah sebutir debu fana di hadapan Sang Khalik yang Maha Semesta. Di bawah naungan kubah masjid yang bersejarah, keangkuhan jiwa runtuh, menyisakan diri yang merasa tiada arti, bersimpuh pasrah dalam balutan ampunan.


"Suara sakral itu merayap membelah pekatnya malam, mengetuk pintu-pintu langit, dan menjalar hingga ke setiap sudut ghaib bumi Joko Tole."

Tak hanya manusia yang larut dalam suasanai khusyuk ini.


Alam pun seolah ikut membaca kitab rindu yang sama. Di luar sana, angin malam berembun lembut membawa pesan kedamaian. Daun-daun pepohonan tua yang mengepung pelataran masjid tampak menari khidmat, berbisik dalam rimbunnya tasbih alam. Mereka ikut berbahagia dalam dekap cuaca mendung yang teduh sebuah payung raksasa yang dikirimkan langit seakan tak ingin membiarkan bumi kepanasan dalam momentum suci ini.


Mendung bukan lagi perlambang duka, melainkan sebuah pelukan kasih sayang (rahmat) yang meredam riuh rendah duniawi. Malam itu, di bawah langit Sumenep yang syahdu, alam dan agama melebur menjadi satu filsuf yang indah. Gema takbir terus berwudhu di udara, menyucikan jiwa-jiwa yang haus akan ketenangan, dan menuntun seisi alam untuk tunduk dalam satu kiblat pengabdian.


Selamat Hari Raya Idul Adha

Pengorbanan bukan tentang apa yang kita lepaskan, melainkan tentang apa yang kita persembahkan dengan ketulusan jiwa.


Seiring dengan gema takbir yang mengangkasa, kami keluarga besar Kompasone.com menghaturkan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha. Semoga Allah SWT menerima ibadah qurban kita, menyucikan hati kita, serta melimpahkan kedamaian dan kesejahteraan bagi kita semua.


Iklan

iklan