TAPUT, kompasone.com - Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Tapanuli Utara disaring ketat, dan ASN yang tidak memenuhi kompetensi dipastikan bakal tersingkir.
Sekda Taput Henry M.M. Sitompul selaku Ketua Panitia Seleksi menegaskan, proses itu merupakan langkah serius dalam menerapkan sistem merit dalam pengisian jabatan.
“Seleksi ini bertujuan menjaring pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan manajerial dan kematangan sosial kultural,” ujar Henry, Kamis (26/3).
Dia juga menekankan bahwa seleksi JPT itu menutup ruang bagi ASN yang tidak mampu memenuhi tuntutan kompetensi jabatan.
“Kita ingin yang terpilih benar-benar mampu bekerja dan mempercepat pembangunan di Tapanuli Utara,” tegasnya.
Pelaksanaan asesmen dilakukan bekerja sama dengan BKD Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan tim asesor independen guna menjamin objektivitas dan profesionalitas penilaian.
Seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural selama tiga hari, 26 - 28 Maret 2026, di UPTD Pusat Asesmen Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Medan
Dalam seleksi ini, peserta diuji pada aspek kepemimpinan, kemampuan pemecahan masalah, serta adaptasi terhadap dinamika sosial budaya masyarakat.
(Bernat L Gaol)
