Sorong, Kompasone.com — Tim Patroli Keamanan Komando Operasi (Koops) TNI Papua terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dalam insiden yang terjadi pada Sabtu pekan lalu tersebut, prajurit TNI berhasil memukul mundur kelompok tersebut dan menyita sejumlah senjata serta amunisi.
Peristiwa ini bermula saat pasukan TNI melakukan penyisiran setelah menemukan aktivitas mencurigakan di sebuah lokasi yang diduga kuat menjadi tempat persembunyian OPM. Saat didekati, kelompok bersenjata tersebut melepaskan tembakan, sehingga terjadi kontak senjata.
Setelah baku tembak yang sengit, kelompok TPNPB-OPM memilih melarikan diri masuk ke dalam hutan. Pasukan TNI segera mengamankan lokasi dan melakukan penggeledahan.
Dari hasil penyisiran di lokasi kejadian, aparat berhasil menyita berbagai barang bukti, di antaranya:
- 1 pucuk pistol jenis P1.
- 1 senapan angin.
- 14 butir amunisi kaliber 5,56 mm.
- 8 butir amunisi kaliber 9 mm.
- Atribut Bendera Bintang Kejora, sejumlah uang tunai, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi kejadian tersebut dan memberikan apresiasi tinggi kepada para prajurit yang bertugas di lapangan.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, dengan tindakan yang terukur dan sesuai dengan prosedur,” tegas Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya.
TNI menegaskan bahwa intensitas patroli akan terus ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang dianggap rawan gangguan keamanan. Langkah preventif ini diambil guna memastikan situasi tetap kondusif, menjamin keselamatan warga sipil, serta mendukung keberlanjutan percepatan pembangunan di wilayah Papua Tengah.
>Dedi
