Tanjung pinang, kompasone.com - Keberadaan tempat penampungan barang rongsokan yang sudah cukup lama di kota tanjung pinang, yang terletak di kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, RT 004 RW 005 mendapat sorotan masyarakat.
Menurut warga, dinas terkait harus untuk turun kelokasi, karena tempat penampungan barang rongsokan itu sudah tidak layak lagi untuk ada di tengah kota. juga di pemukiman rumah warga yang begitu padat. Berpengaruh kepada kesehatan lingkungan.
Terlihat kumuh dan bau akibat macam macam yang di tampung, juga debu dari barang tersebut itu.
Pada waktu media kompasone.com hendak menjumpai si pemilik usaha itu bernama Sudi(45) pada hari Jumat(6/3/26) pukul10.12wib, dia tidak ada di tempat.
Jurnalis kompasone.com menjumpai salah seorang pekerja disitu, sebut saja pak bujang (52), ia mengatakan dirinya sudah bekerja di sini memang sudah cukup lama ,namun atas upah di sini satu hari Rp60 ribu kotor, masaalah jaminan kesehatan (Jamkesmas) itu tidak ada.
"Kariyawan di sini tidak terdaftar Disnaker, jadi kami kerja disini, tanggung masing masing semuanya," ujar Bujang.
Katanya lagi di sini, pekerja semuanya itu sekitar 20 orang, dan tinggal ada Tanjung Unggat ada juga dari luar.
"Seharusnya bos Sudi ini ada perhatian ya terhadap pekerja bukan di lepas begini saja cara dia memperkerjakan orang," ujarnya.
Dan di samping itu juga,media ini menjumpai warga di sekitar tempat penampung barang rongsokan buk Amir. Ia mengatakan, penampungan barang rongsokan atau besi besi tua yang selama ini tidak tersentuh oleh dinas terkait.
Hal ini sangat bahaya sekali, lantaran debu di lokasi tersebut itu apa bila angin kuat itu pada ke rumah warga yang ada di situ. Di tambah pula si pemilik barang rongsokan itu dia tidak mau tahu dengan apa yang dia miliki. Seharusnya dia itu memikirkan bagai mana dampak lingkungan di sekitarnya.
"Bukan tidak mau tahu begitu saja ,kita lihat saja pekerjanya, yang berjumlah 20 orang itu,mana ada memakai masker, sepatu, sarung tangan dan baju kerja, semua pada tidak memakai keselamatan diri, maunya kalau saran saya, walikota tanjung pinang dan jajarannya, itu turun ke lokasi," ujarnya mengakhiri.
(perwakilan Kepri,Handoko).
