TAPUT, kompasone.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Mohammad Tito Karnavian menyoroti progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, yang belum sesuai target, Kamis (26/3).
Dalam peninjauan tersebut, kedua menteri menemukan sejumlah pekerjaan fisik yang belum rampung.
Infrastruktur dasar kawasan, seperti akses jalan lingkungan dan fasilitas pendukung, juga masih memerlukan percepatan agar hunian dapat segera ditempati.
“Hunian ini sangat dinantikan masyarakat. Pekerjaan harus selesai tepat waktu, sesuai standar, dan benar-benar layak huni,” tegas Maruarar Sirait.
Selain meninjau progres pembangunan, kedua menteri juga berdialog langsung dengan warga untuk memastikan bantuan pemerintah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Namun, di tengah dorongan percepatan, pembangunan huntap di Adiankoting masih menghadapi sejumlah kendala.
Bupati Tapit, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengakui target penyelesaian yang semula direncanakan pada Maret belum tercapai.
Dia menyebut faktor cuaca, khususnya hujan dan angin kencang dalam beberapa waktu terakhir, menjadi hambatan utama dalam proses pembangunan.
“Kondisi cuaca cukup memengaruhi progres pekerjaan di lapangan,” ujar Bupati.
Di sisi lain, persoalan administrasi juga mencuat. Sejumlah warga terdampak bencana dilaporkan belum menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) akibat data kependudukan yang belum padan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketepatan data dan koordinasi antar instansi.
(Bernat L Gaol)
