Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sawah Pascabanjir di Siduabahal Mulai Diolah, Genangan Air Masih Jadi Tantangan

Rabu, Februari 04, 2026, 06:52 WIB Last Updated 2026-02-03T23:53:09Z

TAPUT, kompasone.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pertanian setempat mulai melakukan pengolahan lahan sawah yang mengalami kerusakan akibat banjir di Desa Siduabahal, Kecamatan Purbatua, Selasa (3/2).


Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus memastikan petani tidak terlalu lama tertinggal dari kalender tanam.


Banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut meninggalkan dampak signifikan pada lahan persawahan.


Selain merusak struktur tanah, genangan air yang belum sepenuhnya surut hingga kini masih menjadi kendala utama dalam proses pengolahan lahan.


Di lapangan, sebagian sawah terlihat masih tergenang sehingga alat dan mesin pertanian (alsintan) belum dapat dioperasikan secara optimal.


Traktor milik UPT Alsintan hanya dapat digunakan pada petak-petak tertentu yang kondisinya sudah memungkinkan, sementara lahan lainnya harus menunggu hingga genangan air benar-benar surut.


Kepala UPT Alsintan Santo Situmorang menyampaikan bahwa pengolahan lahan pada kondisi tanah yang terlalu basah berisiko merusak struktur tanah dan alsintan.


"Oleh karena itu, pendekatan bertahap menjadi pilihan paling realistis agar pemulihan tetap berjalan tanpa menimbulkan masalah baru," ujarnya.


Meski menghadapi berbagai keterbatasan, lanjut Santo pihaknya tetap melaksanakan kegiatan tersebut dengan menyesuaikan kondisi lapangan.


Pengolahan lahan difokuskan pada sawah yang telah mengering sembari terus memantau perkembangan kondisi air di petak lainnya.


Kegiatan ini langsung dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Viktor Siagian dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala UPT Alsintan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para petani setempat.


Viktor Siagian disela sela pengolahan lahan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani pascabencana, baik melalui optimalisasi pemanfaatan alsintan, pendampingan teknis oleh penyuluh, maupun penyesuaian pola tanam sesuai kondisi lahan.


Pemulihan lahan sawah pascabanjir di Desa Siduabahal tersebut lanjutnya menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.


Sementara sejumlah petani berharap upaya pemulihan itu dapat segera rampung agar aktivitas tanam kembali berjalan normal.


 (Bernat L Gaol)

Iklan

iklan