Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ironi MBG di SMPN 3 Sumenep | Harapannya Protein Hewani, Realitanya "Duet Maut" Tahu-Tempe

Kamis, Januari 29, 2026, 09:02 WIB Last Updated 2026-01-29T02:03:39Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi amunisi mencerdaskan bangsa tampaknya sedang "masuk angin" di SMPN 3 Sumenep.


 Alih-alih mendapatkan asupan protein yang bikin otak encer, para siswa justru disambut menu yang bikin geleng-geleng kepala: segumpal tahu, seiris tempe, dan kerupuk sebagai "pemanis" biar kotak makan nggak terlihat terlalu melas.


Niat mulia pemerintah pusat untuk memperbaiki gizi generasi penerus seolah dijegal di tingkat dapur penyuplai. Bagaimana mungkin anak sekolah bisa bersaing secara intelektual jika bensin tubuhnya hanya sebatas protein nabati kelas ekonomi?


Kondisi miris ini memicu reaksi keras dari Pemerhati Kebijakan, Rasyid Nadyin. Dengan nada bicara yang tak kalah pedas dari sambal kantin, Rasyid menyemprot pihak pengelola yang dianggap terlalu "kreatif" mencari untung.


"Kalau mau cari untung, jangan sunat jatah gizi siswa yang sudah dijatah negara. Ini sangat tidak layak!" tegas Rasyid.


Menurutnya, kebutuhan pertumbuhan remaja memerlukan asupan protein hewani dan zat besi, bukan sekadar karbohidrat dan gorengan. "Cari untung boleh, tapi jangan keterlaluan dong. Uang negara itu amanah untuk program mulia. Kasihan siswa, kalau cuma makan tahu-tempe mah di rumah juga sudah sering. Masa program nasional kualitasnya sama dengan menu tanggal tua?" tambahnya.


Penderitaan siswa belum berhenti di menu utama. Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa pendamping cuci mulut yang dibagikan seringkali jauh dari kata segar. Alih-alih dapet vitamin, siswa justru disuguhi buah yang mulai membusuk dan sudah tidak layak konsumsi.


Jika dapur penyuplai masih bekerja dengan mentalitas "yang penting kenyang tanpa mikir gizi", maka cita-cita menuju Indonesia Emas bakal tersendat di piring plastik SMPN 3 Sumenep. Publik kini menunggu ketegasan pihak terkait: apakah akan ada evaluasi total, ataukah tahu-tempe tetap akan jadi "raja" di program gizi nasional ini?


(R. M Hendra)

Iklan

iklan