Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Peta Keramat Menuju Kursi Sekda Sumenep | 8 Nama Bertarung, 4 Kandidat "Di Atas Angin"

Kamis, Februari 05, 2026, 16:12 WIB Last Updated 2026-02-05T09:12:58Z

Sumenep, Kompasone.com -  Drama perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep kini memasuki babak paling krusial. Setelah delapan "pendekar" birokrasi sukses melewati gerbang administrasi dan menjajal ujian nyali di Kantor BKD Jawa Timur, publik mulai menebak-nebak: siapa yang sekadar penggembira, dan siapa yang benar-benar memegang kunci takhta?


Meski di atas kertas ada delapan nama, namun aroma persaingan tampak mulai mengerucut. Pakar Komunikasi Politik, Nanik Farida, melempar prediksi panas yang bikin telinga para kandidat mungkin sedikit memerah.


Menurut Farida, seleksi ini bukan cuma soal siapa yang paling pintar menjawab soal ujian, tapi soal siapa yang paling "nyambung" dengan frekuensi penguasa. Dari delapan pelamar, Farida memangkas radar menjadi hanya empat kandidat potensial.


Arif Firmanto (Kepala Bappeda)


Agus Dwi Saputra (Kepala DPMD)


Eri Susanto (Kadis PUTR)


Chainur Rasyid (Kepala DKPP)


Mengapa hanya mereka berempat? Farida membedah alasan yang cukup menusuk. Di luar aturan main PP No. 18/2016, ada hukum tak tertulis dalam birokrasi: Chemistry.


"Arif Firmanto, misalnya, punya keselarasan visi yang kuat dengan Kepala Daerah," ungkap aktivis jebolan Malang ini.


Tak hanya soal kedekatan, faktor senioritas dan jam terbang juga menjadi kartu as. Dalam hal ini, nama Eri Susanto disebut-sebut lebih mumpuni dan matang secara birokrasi. Namun, urusan leadership dan manajerial, nama Arif Firmanto kembali membayangi dengan performa yang kompetitif.


Pada akhirnya, Pansel memang bertugas menyaring, tapi Bupati-lah yang memegang pena untuk menentukan pilihan akhir. Sekda bukan sekadar jabatan administratif, ia adalah "panglima" yang harus bisa menerjemahkan keinginan politik Bupati ke dalam kerja nyata birokrasi.


Siapa yang akan masuk dalam "tiga besar" rekomendasi Pansel? Dan siapa yang akhirnya dipilih oleh Bupati sebagai Pewaris Takhta sesungguhnya?


Di balik meja-meja dingin kantor pemerintahan, lobi-lobi dan pembuktian loyalitas dipastikan makin kencang. Karena di kursi panas ini, kompetensi saja terkadang tidak cukup tanpa restu "alam" kekuasaan.


Simak terus sirkulasi kekuasaan lelang Sekda Sumenep, hanya di Kompas One!


(R. M Hendra)

Iklan

iklan