Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Langkah Visioner dari Batuputih | Memagari Generasi Sejak Dini di SDN Bantelan

Senin, Februari 23, 2026, 15:26 WIB Last Updated 2026-02-23T08:26:16Z

Sumenep, Kompasone.com – Momentum 14 Februari 2026 di Kecamatan Batuputih tidak hanya soal selebrasi kasih sayang biasa. Di SD Negeri Bantelan, semangat kasih sayang tersebut diwujudkan dalam bentuk perlindungan kesehatan yang konkret. Melalui kegiatan Sosialisasi Screening Mandiri SD/MI, para pendidik berkumpul untuk menyatukan barisan melawan ancaman TBC dan Kusta pada anak usia sekolah.


Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan sebuah ikhtiar transformatif untuk membekali para "pahlawan tanpa tanda jasa" dengan kemampuan deteksi dini.


Tujuan utama dari agenda ini adalah kedaulatan kesehatan di lingkungan sekolah. Diharapkan, setelah sosialisasi ini, guru kelas dan penanggung jawab UKS tidak lagi canggung dalam melakukan penjaringan kesehatan secara mandiri. Fokus utamanya sederhana namun krusial. Menemukan sedini mungkin.


Sistem screening ini direncanakan akan terintegrasi dalam dua fase penting 


Fase Penerimaan. Dilakukan secara ketat bagi siswa baru (kelas baru).


Fase Berkala. Dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali untuk siswa kelas lama.


Suasana di SDN Bantelan tampak hangat namun serius. Peserta yang hadir mulai dari Kepala Sekolah, Guru (Ustadz/Ustadzah) wali kelas, hingga penanggung jawab UKS, menunjukkan komitmen kolektif yang kuat.


"Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga benteng pertama kesehatan anak. Jika guru mampu mendeteksi gejala TBC atau Kusta sejak awal, kita sudah menyelamatkan masa depan mereka sebelum terlambat," ujar salah satu pemateri dalam sesi tersebut.


Dengan pembekalan yang tepat, diharapkan tidak ada lagi kasus yang luput dari pengamatan. Deteksi dini adalah kunci, dan kemandirian sekolah adalah solusinya.


Capaian Utama Kegiatan :


Literasi Kesehatan. Guru memahami tanda-tanda klinis awal TBC dan Kusta.


Prosedur Screening. Teknis pemeriksaan mandiri yang simpel namun akurat.


Sistem Pelaporan. Alur koordinasi jika ditemukan indikasi gejala pada siswa.


Langkah kecil dari Batuputih ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Sumenep untuk lebih proaktif. Karena pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas hanya bisa tegak di atas raga yang sehat.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan