Sumenep, Kompasone.com – Tensi politik di internal birokrasi Sumenep mendadak naik level. Bukan soal mutasi biasa, tapi ini tentang siapa yang bakal duduk di "singgasana" tertinggi ASN Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep. Setelah sempat adem ayem dan sepi peminat, bursa calon Sekda periode 2026–2029 kini resmi membara.
Ubahan posisi Ketua Pansel yang kini dikomandoi langsung oleh Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni, tampaknya jadi "magnet" yang bikin para gajah birokrat turun gunung.
Awalnya ada 11 nama yang mencoba peruntungan. Namun, berdasarkan pengumuman resmi BKPSDM Sumenep nomor 09/pansel.JPT Pratama-SMP/2026, tiga orang harus gigit jari karena status TMS (Tidak Memenuhi Syarat).
Kini, tersisa 8 "pendekar" birokrasi yang sudah mengantongi tiket menuju Surabaya. Kemarin (04/02), mereka langsung digembleng dalam assessment atau Seleksi Kompetensi Jabatan (SKJ) di Kantor BKD Provinsi Jatim.
Siapa saja mereka? Ini dia deretan bos dinas yang kualitasnya nggak perlu diragukan lagi. "The Elite Eight" Kandidat Sekda.
Arif Firmanto (Kepala Bappeda) - Sang arsitek perencanaan daerah.
Ferdiyansyah Tetrajaya (Kepala Bapenda) - Kepala Badan pendapatan daerah
R. Abd Rahman (Kadinsos P3A) - Penguasa lini sosial.
Eri Susanto (Kadis PUTR) - Komandan infrastruktur.
Agus Dwi Saputra (Kepala DPMD) - Panglima pemberdayaan desa.
Achmad Dzulkarnain (Kepala Bakesbangpol) - Penjaga stabilitas politik.
Chainur Rasyid (Kepala DKPP) - Ahli urusan pangan dan pertanian.
Moh. Iksan (Kepala Disdik) - Nahkoda dunia pendidikan.
Munculnya delapan nama ini bikin publik bertanya-tanya: Siapa yang paling "direstui" alam dan pimpinan? Kedelapan kandidat ini adalah orang-orang lama yang sudah kenyang makan asam garam di Sumenep. Kapasitas oke, loyalitas jangan ditanya.
Namun, kursi Sekda bukan cuma soal pintar mengelola anggaran, tapi juga soal kepiawaian menjadi "jembatan" antara eksekutif dan legislatif.
Siapa yang bakal lolos dari lubang jarum assessment Surabaya dan resmi menyandang gelar "Pewaris Takhta" birokrasi Sumenep? Teka-teki ini masih sangat liar untuk ditebak.
Pantau terus update-nya hanya di Kompas One!
(R. M Hendra)
