Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bukan Sekadar Validasi | "Diplomasi Senyap" H. Inung di Jakarta Demi Petani Sumenep

Rabu, Februari 25, 2026, 18:43 WIB Last Updated 2026-02-25T11:43:42Z

Sumenep, Kompasone.com – Di tengah riuhnya spekulasi kursi "Sultan" Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, sebuah potret mengejutkan beredar luas di berbagai grup pesan singkat. Bukan foto seremoni biasa, melainkan sosok Chainur Rasyid, atau yang karib disapa H. Inung, yang tampak tegak berada di pusaran elite pengambil kebijakan di Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jakarta.


Langkah Inung berada di lingkaran tinggi Kementerian Pertanian mencuri perhatian publik Madura. Di tengah obsesi global memerangi krisis pangan, Inung hadir dalam rapat koordinasi strategis bersama Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, Selasa (24/2/2026). Pertemuan ini menjadi krusial karena menerapkan prinsip early planning untuk tahun anggaran 2026.


Bagi Inung, berada di tengah pejabat tinggi negara adalah momentum untuk mengunci kebijakan yang menguntungkan petani di daerah.


“Saya sedang berada di Kementan Jakarta, dipimpin langsung oleh Bapak Menteri. Fokus kami adalah memastikan instrumen pembangunan pertanian 2026 terakselerasi secara presisi. Semoga ini membawa angin segar bagi perubahan sektor pertanian Sumenep ke depan,” ujar Inung dengan nada optimistis.


Selebrasi gerakan Inung di level nasional ini menjadi sinyalemen kuat bahwa ia adalah sosok "bukan kaleng-kaleng." Langkahnya yang melakukan mitigasi risiko ketahanan pangan setahun lebih awal menunjukkan kematangannya dalam manajerial dan kepemimpinan. Ini bukan sekadar urusan teknis agraria, melainkan bukti kesiapan DKPP Sumenep dalam menyelaraskan visi pusat ke daerah secara konkret.


Langkah "ngegas" bersama Kementan ini diprediksi akan menjadi multiplier effect bagi produktivitas petani di Sumenep. Di tengah ancaman iklim global, Inung justru sibuk menyelaraskan kebijakan performance-based budgeting agar APBN 2026 memberikan dampak langsung ke akar rumput.


Publik kini melihat sisi lain dari sang Kadis. Di balik sikapnya yang tenang, Inung memiliki daya dobrak (leverage) yang kuat di tingkat pusat. Hal ini semakin mengokohkan posisinya sebagai figur potensial dalam transisi birokrasi di Kabupaten Sumenep.“Targetnya jelas, stabilitas pasokan pangan nasional harus aman tanpa kompromi,” tegasnya.


Bagi masyarakat Sumenep, kehadiran H. Inung di pusat kekuasaan adalah pesan jelas: bahwa pemimpin masa depan adalah mereka yang bekerja dalam diam, namun hasilnya berdampak nyata bagi kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di masa depan.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan