Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Prof. Mahfud MD Menekankan Sikap Istikamah Seorang Muslim di Religious Center Widya Nusantara

Sabtu, Januari 31, 2026, 16:11 WIB Last Updated 2026-01-31T09:11:45Z

 


Yogyakarta, kompasone.com - Pelaksanaan Shalat Jumat di Religious Center Widya Nusantara, Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta pada Jumat (30/1), berlangsung dengan khidmat. Berlaku sebagai Imam sekaligus Khatib adalah Prof. Dr. Mahfud MD, Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta.


Khutbah pertama yang disampaikan oleh Prof. Mahfud adalah menyebutkan penggalan surat Ali Imran Ayat 102 yang berbunyi wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn dengan arti "janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim".


Menurutnya, kata "Muslim" itu dapat bermakna dua, yang pertama adalah KTPnya (identitasnya), sehingga saat seorang muslim meninggal, dia akan diurus dan dimakamkan sesuai syariat Islam. Makna kedua adalah muslim sebagai upaya penyerahan diri sehingga saat seorang muslim itu meninggal, dia mendapatkan ketenangan, serta ampunan karena pahala dan amal kebaikan yang ia kerjakan semasa hidup; bukan dari harta benda yang ia kumpulkan.


Prof. Mahfud juga menyampaikan bahwa seorang Muslim yang nantinya akan mendapatkan pertolongan dari Allah adalah mereka yang bersih hatinya serta memiliki amal kebaikan yang banyak, sehingga saat hari perhitungan di akherat, tidak ada pertolongan yang ia butuhkan lagi; dari pasangannya, anak-anaknya, keluarganya, atau jabatan serta harta bendanya. "itulah makna yang amat dalam dari kata berserah diri sebagai seorang muslim," pungkasnya.


Khutbah berikutnya, Prof. Mahfud juga menyinggung sikap sejati seorang muslim yaitu istikamah atau disebutnya juga sebagai sikap teguh pendirian, konsisten, dan taat asas dalam menjalankan kebaikan serta beribadah di jalan yang lurus meskipun menghadapi godaan. 


"Seorang Muslim yang melakukan Shalatnya secara pas-pasan sekalipun, dia tetap memohon petunjuk kepada Allah SWT sebanyak 17 kali," ujarnya sembari mengutip Surat Al Fatihah Ayat 6: ihdinash-shirâthal-mustaqîm atau berarti "bimbinglah kami ke jalan yang lurus". Menurut Prof. Mahfud, muslim yang memohon petunjuk dalam Shalatnya sama dengan berupaya untuk selalu istikamah.


"Muslim yang istikamah inilah yang memiliki sikap tidak suka menipu atau berbohong, memiliki hidup yang tenang dan tidak tersandera apapun, tidak takut dengan kemungkaran dan berani untuk melawannya," tegas Menkopolhukam periode 2019 - 2024 ini.


Pada bagian penutup khutbah, Prof. Mahfud mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan hatinya lebih bersih, tenang, jujur, dan istikamah sebagai bagian dari kepribadian seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari


Pelaksanaan Shalat Jumat ini diikuti oleh civitas akademika dan jamaah dari lingkungan Kampus Terpadu UWM serta masyarakat sekitar, yang secara khusyuk mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.


Bhenu

Iklan

iklan