Pandeglang, kompasone.com — Banjir yang melanda Kabupaten Pandeglang sejak Sabtu (10/1/2026) masih menyisakan genangan di sejumlah wilayah. Hingga Rabu (14/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang mencatat 12 kecamatan terdampak, dengan sebaran mencapai 40 desa dan 67 kampung.
Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Ahmad Riza Kurniawan, mengatakan bahwa kondisi banjir secara umum mulai menunjukkan perbaikan. Sebagian besar wilayah terdampak kini telah berangsur surut, meskipun penanganan masih terus dilakukan.
“Dari 12 kecamatan terdampak, tujuh kecamatan kondisinya sudah berangsur surut, sementara lima kecamatan lainnya masih menjadi fokus utama penanganan, meskipun tren ketinggian air juga terus menurun,” ujar Riza saat diwawancara, Rabu (14/1/2026).
Lima kecamatan yang hingga kini masih tergenang banjir meliputi Patia, Pagelaran, Sukaresmi, Sobang, dan Panimbang. Di wilayah-wilayah tersebut, ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter, terutama di permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BPBD Pandeglang bersinergi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang mendirikan dapur umum di Kecamatan Pagelaran dan Patia. Dapur umum tersebut difungsikan untuk memastikan ketersediaan logistik bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.
Di sisi lain, BPBD juga terus melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak lanjutan. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dilakukan untuk memantau perkembangan cuaca dan iklim, mengingat wilayah Pandeglang telah memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
“Saat ini kami masih dalam fase penanganan darurat. Petugas kami siaga dan standby di titik-titik yang dinilai berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi,” kata Riza.
BPBD memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat banjir tersebut. Keselamatan warga, kata Riza, tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan bencana.
Ali Hamzah
