Jakarta, kompasone.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar aksi bertajuk Koreksi Indonesia di depan Gedung DPR RI, Senin (1/9/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah perjalanan bangsa sekaligus menyampaikan “7 Suara Rakyat” atau Saptasuara.
Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, dalam orasinya menegaskan bahwa ketidakadilan sosial dan politik yang terus berlangsung merupakan pengkhianatan terhadap amanat konstitusi.
“Kesenjangan sosial dan politik yang dibiarkan sama saja mengingkari janji konstitusi. HMI hadir untuk mengingatkan DPR dan pemerintah agar kembali pada amanat rakyat,” tegas Bagas.
Ia juga menyoroti fungsi partai politik yang dianggap telah bergeser dari semestinya. Menurut PB HMI, partai yang seharusnya menjadi pilar demokrasi kini lebih banyak bertindak sebagai mesin perebutan kekuasaan. Peran mendidik rakyat dalam politik cenderung diabaikan demi kepentingan pragmatis jangka pendek.
Fenomena politik kartel yang semakin menguat pun disebut mempertebal dominasi oligarki dan mempersempit ruang keterwakilan rakyat.
Adapun tujuh tuntutan yang disuarakan PB HMI dalam aksi Koreksi Indonesia tersebut, yakni:
1. Reformasi partai politik.
2. Benahi seluruh institusi publik secara serius.
3. Pecat wakil rakyat yang toxic untuk masyarakat.
4. Efisiensikan anggaran untuk pejabat dan perbaiki layanan kepada rakyat.
5. Sahkan secepatnya RUU pro rakyat.
6. Revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
7. Reformasi perpajakan yang lebih adil.
PB HMI menegaskan aksi ini merupakan panggilan moral mahasiswa untuk terus mengawal jalannya pemerintahan, serta memastikan kebijakan negara berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Ilham
