Kota Pasuruan, Kompasone.com – Puluhan ribu jemaah memadati Kota Pasuruan untuk menghadiri Haul KH Abdul Hamid, Selasa (2/9). Acara keagamaan tahunan ini berlangsung khidmat dan dipenuhi doa, menjadi ruang silaturahmi sekaligus mengenang jasa ulama kharismatik asal Pasuruan itu.
Sejak pagi, ribuan warga berdatangan dari berbagai daerah. Jalan utama di sekitar makam KH Abdul Hamid dipenuhi jemaah yang datang secara berombongan maupun perorangan. Suasana khusyuk bercampur semarak tampak di sepanjang lokasi haul.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota M. Nawawi, Ketua TP PKK Suryani Firdaus, serta Wakil Ketua I TP PKK Fitri Iswarida Nawawi. Dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutannya, Emil menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial demi masa depan bangsa. Ia menyebut keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kebersamaan semua pihak.
“Kita meyakini bangsa ini bisa melangkah lebih baik. Atas amanah Presiden dan Gubernur, mari kita jaga bersama daerah kita,” kata Emil.
Emil juga menyoroti bahaya informasi menyesatkan yang kerap beredar di media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kabar bohong yang dapat memicu perpecahan.
“Risiko besar datang dari informasi salah. Aspirasi boleh disuarakan, kritik itu wajar, tapi jangan sampai termakan hoaks,” tegas Emil.
Menurut Emil, suasana kondusif sangat berpengaruh pada perekonomian warga. Ia mencontohkan pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari keramaian haul, sehingga keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting.
“Kalau situasi tidak stabil, penghasilan masyarakat bisa terganggu. Mari bersama menjaga Pasuruan tetap aman dan tenteram,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut haul KH Abdul Hamid sebagai momen kebersamaan yang sarat nilai keikhlasan. Ia mengajak masyarakat menjadikannya pengingat untuk terus memperkuat persatuan.
“Haul KH Abdul Hamid bukan sekadar doa, tapi juga pelajaran tentang persatuan dan ketenteraman. Mari kita jaga bersama semangat itu,” tutur Adi.
Muh
