Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Langkah Nyata Pemerintah Kota Pasuruan Putus Mata Rantai Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat

Jumat, Agustus 01, 2025, 14:45 WIB Last Updated 2025-08-01T07:46:13Z

 


Kota Pasuruan, Kompasone.com – Jumat (1/8/2025), menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan inklusif di Kota Pasuruan. Sekolah Rakyat Menengah Pertama 28 resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dibuka langsung oleh Wali Kota Adi Wibowo, atau yang akrab disapa Mas Adi.


Acara peresmian berlangsung di SDN Kandang Sapi 2 dan dihadiri puluhan orang tua siswa, perwakilan instansi pendidikan, serta tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Mas Adi menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dihadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.


“Harapan kita besar. Anak-anak ini harus diberi kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Jangan sampai keterbatasan ekonomi menjadi alasan mereka gagal bermimpi,” ungkapnya.


Kota Pasuruan menjadi satu dari tiga wilayah di Indonesia yang menjalankan tahap lanjutan program Sekolah Rakyat tahap 1B, bersama Ponorogo dan Lebak. Program nasional ini menekankan pemerataan akses pendidikan dengan pendekatan holistik.


Saat ini, Sekolah Rakyat SMP 28 telah menerima 50 siswa yang semuanya akan tinggal di asrama penuh selama masa pendidikan. Langkah ini dianggap mampu membentuk kedisiplinan, membangun karakter, dan memberikan lingkungan belajar yang kondusif.


“Anak-anak ini bukan sekadar bersekolah. Mereka didampingi penuh, dipersiapkan untuk menghadapi masa depan dengan kemampuan dan kepercayaan diri,” tambah Mas Adi.


Tak hanya itu, pemerintah kota juga merancang pembangunan fasilitas lanjutan agar Sekolah Rakyat mencakup pendidikan dari SD hingga SMA. Tujuannya adalah menciptakan satuan pendidikan terpadu yang ramah bagi keluarga kurang mampu.


Wali Kota pun menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program ini. “Ini bukan kerja satu-dua pihak. Semua elemen harus bergerak bersama agar perubahan bisa dirasakan nyata,” tegasnya.


Ia juga berpesan kepada para orang tua agar tak ragu melepas anak-anaknya menempuh pendidikan asrama. “Mari kita yakini bersama, bahwa pendidikan akan mengantar anak-anak ini pada kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.


Kegiatan peresmian ini juga diwarnai suasana haru dan penuh semangat. Sejumlah orang tua terlihat bangga dan bersyukur, menyaksikan anak-anak mereka memulai langkah baru di lingkungan pendidikan yang inklusif.


Hadir dalam momen tersebut antara lain pejabat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Kepala Bappelitbangda, serta jajaran perangkat daerah lain yang turut memberi dukungan terhadap program unggulan ini.


Muh

Iklan

iklan

-

iklan