Kota Pasuruan, Kompasone.com – Suasana hangat menyelimuti halaman Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kota Pasuruan saat siswa, guru, dan wali murid berkumpul merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia. Bukan hanya upacara, mereka memilih merayakan kemerdekaan dengan memasak dan makan bersama nasi goreng merah putih, Jumat (15/8/2025).
Anak-anak dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA tampak antusias mengikuti setiap langkah yang diperagakan seorang chef. Mulai dari memecahkan telur, mengaduk bumbu, hingga menata nasi goreng di piring saji, semua dilakukan dengan senyum lebar.
Ketua pelaksana kegiatan, Umi Salama, mengatakan ide ini lahir untuk menciptakan momen kebersamaan yang melibatkan semua pihak di sekolah. “Selain merayakan kemerdekaan, kami ingin anak-anak belajar keterampilan hidup sambil berinteraksi dengan orang tua dan guru,” tuturnya.
Guru dan wali murid turut serta membantu, mulai dari menyiapkan bahan hingga memastikan setiap siswa ikut berpartisipasi. Dukungan penuh dari orang tua membuat suasana terasa seperti sebuah acara keluarga besar.
Setelah nasi goreng siap, semua duduk melingkar di halaman sekolah. Piring demi piring dibagikan, aroma masakan menguar, dan gelak tawa mengiringi setiap suapan. Tak ada sekat antara guru, siswa, maupun wali murid—semua larut dalam kebersamaan.
Bagi sebagian anak, ini adalah pengalaman pertama memasak bersama di sekolah. Momen tersebut memberikan rasa percaya diri sekaligus kebanggaan karena dapat menyajikan makanan yang dinikmati banyak orang.
Kegiatan sederhana ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua. Interaksi langsung dalam suasana santai membuat komunikasi menjadi lebih akrab dan cair.
Para wali murid mengapresiasi inisiatif tersebut, menilai bahwa perayaan seperti ini lebih bermakna karena memberikan ruang belajar yang nyata. “Anak-anak senang, kami juga merasa dekat dengan sekolah,” kata salah satu orang tua siswa.
Acara ditutup dengan nyanyian lagu perjuangan. Semangat kemerdekaan terasa bukan hanya lewat bendera yang berkibar, tetapi juga dari tawa, pelukan, dan cerita yang dibawa pulang oleh setiap orang yang hadir.
Muh
