Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tiga Jenis Kendaraan Jadi Fokus Penindakan Satlantas dalam Operasi Patuh Semeru 2025

Senin, Juli 21, 2025, 15:37 WIB Last Updated 2025-07-21T08:37:17Z

Kota Pasuruan, Kompasone.com – Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur terus menggelar Operasi Patuh Semeru 2025 secara masif. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya di wilayah hukum Kota Pasuruan.


Selain memberikan imbauan dan edukasi tentang keselamatan berkendara, petugas gabungan juga melaksanakan penindakan langsung terhadap pengendara yang melanggar aturan. Fokus penindakan tertuju pada tiga jenis kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan, yakni sepeda motor, mobil penumpang, dan mobil barang.


Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas selama enam bulan terakhir. Polres mencatat, sebagian besar insiden di jalan raya melibatkan kendaraan-kendaraan tersebut, baik karena kelalaian pengemudi maupun pelanggaran peraturan lalu lintas.


Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, menyampaikan keprihatinannya terhadap tren kecelakaan yang terus naik. Ia menegaskan, situasi ini harus segera ditangani melalui pendekatan preventif dan represif yang seimbang.


“Dari Januari hingga Juni 2025, dominasi kecelakaan berasal dari sepeda motor, kendaraan pribadi, dan truk ringan. Ini bukan angka biasa, tapi sinyal agar kita semua lebih waspada,” jelas AKBP Davis kepada awak media, Senin (21/7).


Melalui Operasi Patuh Semeru, Satlantas akan menindak pelanggaran lalu lintas yang dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya. Sasarannya termasuk pengendara yang melawan arus, menerobos lampu merah, dan tidak mematuhi batas kecepatan.


Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yulian Putra Prasviawan, menyatakan bahwa tindakan tilang akan diberikan kepada pelanggar secara adil dan konsisten. Ia menambahkan bahwa kelengkapan surat kendaraan dan penggunaan helm menjadi perhatian utama di lapangan.


"Kami tidak menargetkan jumlah tilang, tapi lebih pada meningkatkan kesadaran masyarakat. Tertib lalu lintas harus dimulai dari kepatuhan masing-masing pengendara," ucap AKP Yulian.


Operasi ini juga melibatkan sejumlah personel dari TNI, Dishub, dan Satpol PP guna mendukung penertiban lalu lintas di titik-titik rawan pelanggaran. Kegiatan berlangsung serentak di seluruh wilayah Kota Pasuruan hingga akhir Juli 2025.


Dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi namun tidak kompromi terhadap pelanggaran, pihak kepolisian berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya keselamatan berkendara. “Mari bersama ciptakan jalan yang aman untuk kita semua,” tutup AKP Yulian.


Muh

Iklan

iklan

-

iklan