Pasuruan, Kompasone.com – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo hadir langsung dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin siang (21/7), untuk menjawab pandangan umum enam fraksi tentang draft Perubahan APBD 2025.
Sidang dilaksanakan di ruang utama Gedung DPRD dan dihadiri oleh sejumlah anggota dewan, pejabat eksekutif, serta perwakilan masyarakat. Bupati Rusdi memaparkan fokus utama anggaran revisi yang menekankan pelayanan publik dan kesejahteraan keluarga.
“Kami susun P-APBD dengan orientasi kuat pada peningkatan layanan dasar, from education, health to infrastructure,” jelas Bupati Rusdi kepada wartawan usai menyampaikan jawaban di depan forum.
Saat menanggapi Fraksi PKB, Rusdi menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami terus mendalami potensi pajak daerah dan sektor unggulan agar kemandirian fiskal semakin nyata,” ungkapnya.
Sementara merespons Fraksi Gerindra, ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran diambil berdasarkan Surat Edaran Mendagri nomor 900/833/SJ. Dana yang dikonservasi diarahkan ke sektor strategis seperti jalan-jalan kabupaten, sanitasi desa, fasilitas kesehatan, dan ruang kelas baru.
“Kami ingin dana publik diserap tepat sasaran. Ini investasi jangka panjang untuk pelayanan masyarakat,” tambah Rusdi.
Menanggapi Fraksi PDI Perjuangan, ia mengatakan bahwa transfer pusat fluktuatif, terutama pasca Keputusan Menkeu No. 29/2025. Pemerintah daerah pun telah mengatur ulang anggaran dan menyusun skenario cadangan sesuai konteks lokal.
Selain pengelolaan fiskal, Rusdi juga menyoroti peningkatan ketenagakerjaan. Pemkab disebut telah meluncurkan aplikasi “Hellowork” untuk pendataan real-time, serta membentuk Tim Deteksi Dini Perselisihan Hubungan Industrial sebagai solusi PHK dan konflik industrial.
Bupati pun memberi waktu khusus menjawab pertanyaan Fraksi Golkar terkait akurasi program prioritas. Ia memastikan bahwa program seperti MBG, Koperasi Desa, serta Sekolah Rakyat, telah dievaluasi dan ditata agar selaras dengan kebutuhan daerah dan instruksi nasional.
Fraksi PKS mengajukan pertanyaan mengenai upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Rusdi menjawab dengan memaparkan serangkaian strategi, mulai dari pelatihan lokal, UMKM, pondok pesantren wirausaha, hingga kampanye Usaha Mikro Naik Kelas berbasis modal lokal.
Lebih lanjut, ia juga memperkenalkan inisiatif Pasuruan Coaching & Creativity, sebuah pusat pelatihan dan pembinaan ekonomi kreatif yang diklaim mampu mendongkrak sertifikasi produk UMKM dan daya saing lokal.
Sementara itu, dalam tanggapan Fraksi Gabungan (NasDem, Demokrat, PPP, Gelora), Bupati menyatakan bahwa proyeksi pendapatan daerah disusun realistis berdasar tren data dan capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dukungan aktif DPRD memperkuat perencanaan, utamanya pada pembangunan yang benar-benar menyentuh lapisan bawah,” tutup Rusdi menegaskan bahwa sinergi legislatif-eksekutif adalah kunci keberhasilan anggaran.
Sidang ditutup dengan kesimpulan bahwa Perubahan APBD 2025 akan segera disahkan, sembari tetap menyisakan ruang evaluasi bersama DPRD. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola publik di Kabupaten Pasuruan.
Muh