Pasuruan, Kompasone.com – Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) dan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) resmi ditutup dalam sebuah upacara di Lapangan Puslatpurmar-3 Grati, Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (12/7/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Kapten Arh Nur Hidayat hadir mewakili Dandim 0819/Pasuruan, sebagai bentuk komitmen institusi terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul dan siap bela negara. Penutupan ini dipimpin langsung oleh Kolonel Marinir Dede Harsana, S.A.P., M.Han., selaku Dankolatmar Grati yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Rangkaian upacara ditandai dengan pelepasan atribut peserta, penyerahan ijazah, dan pernyataan resmi berakhirnya kegiatan pelatihan. Dalam sambutannya, Kolonel Dede mengungkapkan rasa bangga atas semangat dan ketangguhan peserta selama mengikuti program SPPI. “Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi strategis bagi masa depan bangsa,” ujarnya tegas.
Ia menegaskan bahwa SPPI dirancang untuk mencetak generasi muda berkarakter, memiliki kemampuan manajerial, dan siap menjadi bagian dari komponen cadangan yang tangguh. “Kita butuh figur-figur muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya keteguhan dan semangat kebangsaan,” tambah Kolonel Dede.
Sementara itu, Kapten Arh Nur Hidayat menyampaikan bahwa kehadirannya mewakili Dandim 0819 adalah bentuk dukungan terhadap semangat pembaruan melalui pendidikan dan pelatihan nasionalisme. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi para peserta dan panitia yang telah menyukseskan seluruh tahapan kegiatan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Kodim 0819 dalam mencetak kader muda berjiwa kepemimpinan dan siap berperan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional. “Kami yakin lulusan SPPI akan membawa pengaruh positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kapten Nur Hidayat menilai bahwa sinergi antara TNI, lembaga pelatihan, dan elemen sipil menjadi pilar penting dalam membentuk pertahanan semesta. Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta bisa menjadi modal untuk pengabdian yang lebih luas.
Penutupan SPPI ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekhidmatan. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama prosesi upacara, mencerminkan kesungguhan mereka dalam menyerap nilai-nilai kedisiplinan dan kepemimpinan.
Acara juga diisi dengan penyampaian testimoni beberapa peserta, yang mengaku mendapat banyak pengalaman berharga. “Ini bukan hanya pelatihan, tapi pembentukan jati diri,” ujar salah satu peserta SPPI asal Jawa Timur.
Melalui program ini, diharapkan akan muncul pemuda-pemudi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, siap menjadi agen perubahan, dan komponen cadangan yang berkontribusi bagi ketahanan nasional.
Muh