Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sekolah Orang Tua Hebat dan PMT Dioptimalkan untuk Tekan Stunting di Kota Pasuruan

Senin, Juli 14, 2025, 15:52 WIB Last Updated 2025-07-14T08:52:56Z

Kota Pasuruan, Kompasone.com  – Pemerintah Kota Pasuruan terus melanjutkan upaya sistematis dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Grebek Stunting yang dilaksanakan serentak di sembilan kelurahan pada Senin (14/7/2025).


Program ini menyasar keluarga yang memiliki balita berisiko stunting dan digelar di wilayah seperti Trajeng, Ngemplakrejo, Karanganyar, Bugul Lor, Tambaan, Gadingrejo, Karangketug, Petahunan, serta Krapyakrejo. Fokus utama kegiatan mencakup edukasi gizi, intervensi langsung, serta pendampingan keluarga.


Grebek Stunting juga menghadirkan kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sesi makan bersama, serta distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Total sebanyak 632 anak balita menjadi penerima manfaat program tersebut, tersebar merata di wilayah Kota Pasuruan.


Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.Tp., M.Si., yang akrab disapa Mas Adi, turut hadir mendampingi masyarakat di beberapa titik pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa program Grebek Stunting bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah intervensi langsung yang menyentuh sasaran prioritas.


“Hari ini kita bergerak bersama. Tujuan utamanya jelas, memastikan anak-anak Kota Pasuruan tumbuh sehat, terpenuhi gizinya, dan terbebas dari risiko stunting,” kata Mas Adi saat berdialog dengan warga.


Ia menyampaikan bahwa edukasi gizi harus dimulai dari keluarga, terutama ibu sebagai penentu utama pola makan dan perawatan anak. Menurutnya, peran orang tua sangat vital dalam menciptakan generasi sehat secara menyeluruh.


“Gizi seimbang adalah pondasi awal. ASI eksklusif dan makanan bernutrisi seperti telur, ikan, serta sayur-sayuran harus rutin diberikan,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, bantuan PMT diberikan dalam bentuk bahan pangan seperti susu, biskuit, serta lauk hewani. Program ini dilaksanakan terstruktur melalui Posyandu selama tiga bulan atau 12 minggu berturut-turut.


Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, juga hadir menyapa warga. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kader PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendampingi keluarga-keluarga yang memiliki anak balita berisiko stunting.


"Perubahan dimulai dari rumah. Kami ingin setiap ibu memiliki pemahaman dasar tentang gizi dan mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari," ucap Suryani.


Grebek Stunting merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting yang diperkuat dengan pendekatan lokal spesifik. Melalui program ini, Pemkot Pasuruan ingin memastikan tidak ada anak yang luput dari perhatian negara.


Pemerintah juga terus menguatkan koordinasi antar sektor, termasuk Puskesmas, kader Posyandu, dan perangkat kelurahan, untuk menjamin kesinambungan program hingga hasilnya benar-benar terlihat di lapangan.


Muh

Iklan

iklan

-

iklan