Probolinggo, Kompasone.com – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan terus dilakukan jajaran Polres Probolinggo Kota. Pada Jumat (25/7), Sikum Polres menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan anak dengan melibatkan para guru dan siswa.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ps. Kasubsibankum Aipda Eko Purwanto, S.H., yang bersama anggota Sikum memberikan edukasi menyeluruh terkait bahaya bullying di kalangan pelajar. Para siswa menyambut kehadiran petugas dengan semangat dan partisipasi aktif.
Dalam kegiatan tersebut, polisi menyampaikan informasi mengenai jenis-jenis perundungan, mulai dari fisik hingga verbal, serta dampak psikologis yang dapat ditimbulkan bagi korban. Sosialisasi ini juga diselingi diskusi interaktif agar materi lebih mudah dipahami.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar anak-anak memahami apa itu bullying, bagaimana dampaknya, dan bagaimana mencegahnya," ujar Aipda Eko kepada peserta kegiatan.
Menurutnya, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mencegah terjadinya bullying. Di rumah, orang tua harus membangun komunikasi yang sehat dengan anak, sementara guru berperan mengawasi interaksi siswa selama di sekolah.
"Pengawasan perlu dilakukan secara seimbang, karena bullying bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di dunia maya," tambahnya.
Salah satu fokus sosialisasi adalah bagaimana media sosial dapat menjadi sarana perundungan digital. Para siswa diajak untuk bijak dan bertanggung jawab saat menggunakan platform online agar tidak terjerumus pada tindakan negatif.
“Media sosial yang digunakan tanpa kontrol bisa menjadi celah terjadinya bullying, penyebaran hoaks hingga akses terhadap konten yang tidak layak,” jelas Aipda Eko.
Dalam kegiatan ini, petugas juga menekankan pentingnya penegakan hukum dalam memberi efek jera kepada pelaku bullying. Hal ini dinilai penting agar lingkungan sekolah tetap kondusif dan memberikan rasa aman bagi semua siswa.
Polres Probolinggo Kota menegaskan komitmennya untuk terus menggandeng sekolah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Edukasi dan pendekatan langsung ke sekolah akan dilakukan secara berkelanjutan.
Muh