Sumenep, Kompasone.com – Dinamika perihal pengunduran diri dr. Erliyati dari jabatan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kian mengemuka, menjadi diskursus substansial yang menyedot atensi luas. Dari spektrum masyarakat akar rumput hingga ranah diskusi para aktivis, praktisi media, dan advokat, resonansi keprihatinan atas potensi kehilangan figur transformatif ini terartikulasi secara gamblang. Implikasi dari keputusan ini memicu refleksi mendalam mengenai keberlanjutan progresivitas institusi kesehatan vital di Sumenep.
Kiprah dr. Erliyati selama membawa RSUD dr. H. Moh. Anwar teruji melalui rekam jejak capaian yang tak terbantahkan. Otoritasnya dalam manajemen transformatif tercermin pada minimnya retorika, digantikan oleh bukti empiris yang berbicara lebih lantang. Salah satu indikator paling menonjol dari keberhasilannya adalah elevasi status rumah sakit, yang semula berstatus Kelas C menjadi Kelas B.
Prestasi monumental ini, diraih melalui dedikasi yang tulus dan visi strategis, menegaskan kapabilitas dr. Erliyati dalam memajukan infrastruktur dan kualitas layanan kesehatan. Transformasi ini bukan sekadar peningkatan administratif, melainkan manifestasi nyata dari optimalisasi tata kelola, pengembangan kapasitas SDM, dan peningkatan standar pelayanan medis yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.
Mengamati spektrum keberhasilan yang telah diukir, muncul pertanyaan fundamental mengenai kemungkinan dr. Erliyati mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD. Wacana ini patut dipertimbangkan secara serius, mengingat kontribusinya yang telah terbukti mampu membawa RSUD dr. H. Moh. Anwar pada level kemajuan signifikan.
Konsistensi dan integritas dalam pengabdiannya telah menciptakan fondasi yang kokoh bagi kemajuan rumah sakit. Keberadaan sosok yang memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem internal dan eksternal rumah sakit, seperti dr. Erliyati, dapat memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus dan mempertahankan momentum progresif yang telah dibangun.
Publik menaruh harapan besar agar keputusan terkait kepemimpinan RSUD dr. H. Moh. Anwar mempertimbangkan secara cermat rekam jejak dan potensi kontribusi berkelanjutan dr. Erliyati demi menjamin stabilitas dan akselerasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumenep.
(R. M Hendra)