Kota Pasuruan, Kompasone.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Lomba Menulis Essay Wisata Edukasi 2025 untuk tingkat SMP. Kegiatan ini bertujuan membangkitkan kesadaran sejarah dan budaya lokal di kalangan pelajar, sekaligus mengasah kemampuan menulis kreatif dan kritis.
Lomba yang dimulai Rabu, 21 Mei 2025, ini dikemas berbeda. Para peserta diajak turun langsung ke sejumlah cagar budaya di Kota Pasuruan, mulai dari titik keberangkatan di kantor Dispendikbud hingga menyusuri situs-situs bersejarah lainnya. Metode ini memberikan pengalaman nyata yang kemudian menjadi bahan refleksi dalam tulisan mereka.
“Dengan mengunjungi langsung situs sejarah, para siswa tidak hanya melihat dengan mata, tetapi juga merasakan suasana dan nilai budaya yang melekat di sana,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Lucky Danardono, saat ditemui usai kegiatan.
Sebanyak 29 SMP negeri dan swasta turut berpartisipasi dalam lomba ini, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua siswa terbaik. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari guru bahasa Indonesia, pegiat literasi, dan budayawan lokal dengan fokus pada keaslian ide, struktur penulisan, serta kedalaman analisis peserta.
Tiga peserta terbaik berhasil meraih juara. Juara pertama diraih oleh Zafrin Nur Khumaira dari SMPN 11, disusul Diajeng Rizky dari SMPN 1 di posisi kedua, dan Daveera Qudsiya dari SMPN 4 sebagai juara ketiga. Masing-masing pemenang mendapat apresiasi tinggi dari panitia atas kualitas karya yang disampaikan.
Puncak kegiatan sekaligus malam penganugerahan digelar pada Selasa, 21 Juli 2025, di halaman Kantor Dispendikbud Kota Pasuruan dalam bentuk pagelaran seni bertajuk “Kopi Senja.” Acara ini juga menampilkan kreasi siswa di bidang seni dan dihadiri oleh para guru, kepala sekolah, pejabat dinas, dan tokoh pendidikan setempat.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Pasuruan, Dr. Fuat, M.Pd., menyampaikan bahwa essay merupakan medium penting dalam pembentukan jati diri siswa. “Essay itu bukan hanya tulisan, tetapi juga cermin pemikiran. Melalui kegiatan seperti ini, kita memberi ruang kepada siswa untuk mengekspresikan kebanggaannya terhadap kota dan budayanya,” tuturnya.
Kepala SMPN 11, tempat asal juara pertama, mengaku bangga atas capaian siswanya. Ia menilai lomba ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pengalaman nyata mampu melahirkan karya yang bernilai. “Kami berterima kasih kepada Dispendikbud yang telah memberi panggung bagi siswa kami,” ucapnya.
Dinas Pendidikan memastikan seluruh karya peserta akan didokumentasikan sebagai bagian dari arsip pendidikan budaya Kota Pasuruan. Upaya ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun literasi sejarah di kalangan generasi muda yang lebih kuat dan membumi.
Lewat kegiatan ini, Pemkot Pasuruan tidak hanya menyelenggarakan lomba, tetapi juga menghadirkan pembelajaran kontekstual yang membekas di hati siswa. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dikembangkan agar lebih banyak siswa dapat mengeksplorasi kotanya melalui tulisan yang bermakna.
Muh