Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Martinus K. Aliknoe Minta Dikembalikan Sebagai Kepala Kampung Tonggoi: Siap Lanjutkan Tugas Sesuai Aturan Lembaga

Selasa, Juli 29, 2025, 07:27 WIB Last Updated 2025-07-29T00:28:27Z

 

Yahukimo, kompasone.com – Martinus K. Aliknoe, mantan Kepala Kampung Tonggoi dan anggota tim sukses pasangan DY-EM tingkat Distrik Panggema pada Pemilu 2019–2024, menyampaikan permintaan resmi agar dirinya dikembalikan ke jabatan Kepala Kampung Tonggoi. Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk aspirasi setelah pergantian jabatan yang dinilai tidak adil dan sarat kepentingan politik lawan.


Martinus mengungkapkan bahwa saat Pemilu 2019, dirinya bersama rekan-rekan tim DY-EM sempat mengalami tekanan berat. Ia bahkan mengaku pernah menangis di lapangan terbuka karena mendapatkan hujatan dari tim lawan meski proses pemungutan suara berjalan transparan dan adil.


“Masyarakat sudah memilih DY-EM secara terbuka, tapi keesokan harinya suara yang diberikan diubah oleh Kepala Kampung Tukam, Abai Himan, bersama adiknya bendara kampung Kuni Yames Himan,” ungkap Martinus.


Menurutnya, suara masyarakat dialihkan secara sepihak untuk mendukung calon lain, yakni ABYU. Meski tim DY-EM berusaha mempertahankan dan memperjuangkan suara tersebut, namun tidak dikembalikan. Akhirnya mereka mengawal suara tersisa hingga ke KPU kabupaten melalui distrik Panggema.


Setelah DY-EM dinyatakan menang, Martinus diangkat sebagai Kepala Kampung Tonggoi oleh pemerintah. Dalam masa jabatannya yang berjalan selama 3,5 tahun, ia berkomitmen untuk membawa dana kampung ke lapangan dan mengelola secara transparan bersama masyarakat. Namun, menurutnya, hal itu tidak berjalan mulus karena adanya manuver dari bendahara kampung yang ia rekrut sendiri dari pihak lawan tim, Kristian Pahabol.


“Saya rekrut Kristian dengan niat membangun kampung bersama, tapi ternyata dia bagian dari rencana tim lawan yang ingin menjatuhkan saya dari dalam,” jelas Martinus.


Ia menuding bahwa selama masa kepemimpinan, bendahara tersebut merekam aktivitas internal dan mengumpulkan bukti untuk dilaporkan ke pihak luar, sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pergantian.


Martinus juga menyebut keterlibatan Yames Himan dalam pemilu legislatif 2024. Menurutnya, Yames mengatur suara dari dua caleg (Frengky Ilintamon dan Amos Aliknoe) tanpa sepengetahuan mereka, lalu mengalihkan sebagian suara ke Partai Gerindra dan sebagian ke Partai NasDem. Salah satu tuntutan dari pengalihan tersebut, kata Martinus, adalah untuk mengganti dirinya sebagai kepala kampung di kampung tonggoi.


“Setelah itu, saya digantikan oleh Paulus Pahabol sebagai kepala kampung yang dibawakan oleh Yames Himan, dan bendahara lama saya, Kristian Pahabol, tetap melanjutkan posisi dalam pemerintahan kampung. Ini adalah murni skenario politik,” ujarnya.


Martinus mengakui bahwa pada momentum politik 2025, ia tidak dapat aktif di lapangan karena berbagai kendala. Namun, ia tetap memberi dukungan penuh kepada DY-EM dan meminta keluarga di pemukiman Jalur I untuk kembali mendukung pasangan tersebut.


Ia juga menyampaikan bahwa saat Vekson Aliknoe turun sebagai PPD di lapangan distrik panggema, ia telah berpesan agar suara masyarakat Kampung Tonggoi dijaga dan dikawal secara ketat. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa tidak ada satu orang tonggoi yang hadir mengatur suara di TPS, dan proses pengamanan suara dilakukan secara murni oleh tim dari distrik dan dikawal oleh PPD sampai di KPU tanpa ada kendala.


“Berdasarkan itu semua, saya, Martinus K. Aliknoe, memohon kepada pemerintah agar dikembalikan sebagai Kepala Kampung Tonggoi. Jika dipercaya kembali, saya siap menjalankan tugas sesuai aturan lembaga dan membawa pelayanan dikampung secara transparan untuk masyarakat,” tutupnya.


VA

Iklan

iklan

-

iklan