Kota Pasuruan, Kompasone.com – Pemerintah Kota Pasuruan kembali menggelar Festival Bandeng Jelak ke-6 yang diawali dengan kegiatan jalan santai bertajuk Pipir Tambak pada Sabtu pagi (26/7). Ribuan peserta, mulai dari ASN hingga masyarakat umum, mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.
Wakil Wali Kota Pasuruan, H.M. Nawawi, secara langsung melepas peserta dari halaman Kantor Dinas Perikanan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya festival ini sebagai langkah strategis membangkitkan ekonomi lokal. "Kami ingin Festival Bandeng Jelak menjadi penggerak sektor ekonomi dan wisata di Kota Pasuruan," ucapnya.
Jalan santai ini merupakan bagian dari rangkaian agenda tahunan yang bertujuan memperkenalkan potensi kuliner dan perikanan daerah. Dinas Perikanan selaku penyelenggara berharap acara ini juga menguatkan keterlibatan pelaku UMKM dan petambak lokal.
Mas Nawawi menyebut, bandeng jelak sebagai produk khas Kota Pasuruan memiliki nilai lebih dibanding bandeng pada umumnya. "Ciri khas bandeng jelak adalah tidak bau tanah, ini harus kita tonjolkan," tuturnya.
Menurutnya, potensi bandeng jelak masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan. Ia mendorong para pelaku usaha dan stakeholder untuk bersama-sama berkolaborasi. "Kalau semua bersinergi, akan tumbuh ekosistem ekonomi baru dari sektor ini," tegasnya.
Pemkot juga ingin menjadikan bandeng jelak sebagai makanan pokok alternatif di tengah masyarakat. “Kami berharap masyarakat Kota Pasuruan bisa mengonsumsi bandeng jelak secara rutin, ini juga mendukung penguatan pangan lokal,” tambahnya.
Festival ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata kuliner dan bahari yang bisa menarik kunjungan luar daerah. Beberapa kegiatan lain turut dijadwalkan seperti lomba memasak, bazar UMKM, serta pertunjukan seni tradisional.
Dengan pendekatan berbasis digital, Pemkot mendorong agar bandeng jelak dapat dikenal luas hingga ke pasar nasional. “Kita tidak bisa lagi bertumpu pada cara konvensional. Digitalisasi adalah jalan yang harus ditempuh,” ujar Nawawi.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan mengatakan, tahun ini festival melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. Mereka diberi ruang untuk memamerkan produk olahan berbasis bandeng jelak.
Muh
Festival ini ditutup dengan pembagian doorprize bagi peserta jalan santai, yang disambut meriah oleh warga. Pemkot menegaskan komitmennya untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari kalender tetap tahunan.
Muh