Sumenep, Kompasone.com – Di tengah tuntutan akan kepemimpinan yang merakyat dan berintegritas, Kepala Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Ar Rasyid, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani warganya.
Sikap dan komitmen beliau sejalan dengan semangat "Bismillah Melayani" yang senantiasa digaungkan oleh Bupati Sumenep, mencerminkan esensi kepemimpinan sejati.
Ar Rasyid, yang dikenal sebagai sosok dituakan dan ditokohkan di desanya, tak pernah sekalipun menolak panggilan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, beliau senantiasa hadir dan memberikan perhatian penuh, menjadikan kepentingan warga sebagai prioritas utama.
Hal ini bukan hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga meliputi momen-momen sakral kehidupan masyarakat, termasuk acara pernikahan.
"Saya sebagai kepala pemerintah Desa Sabuntan sangat mengedepankan etika, di mana saat masyarakat membutuhkan, tentu saya amini. Karena bagi saya, masyarakat adalah kasta tertinggi di negara ini yang mempunyai hak veto yang tidak bisa diabaikan," ungkap
Ar Rasyid pada Selasa, 8 Juli 2025, pukul 11:44 WIB. "Menurut saya, pengabdian dan pelayanan yang tulus adalah yang terbaik untuk kita haturkan, karena saya menyadari jika saya yang ditunjuk oleh masyarakat Sabuntan sebagai kepala desa, berarti saya harus melayani masyarakat dengan baik."
Kiprah tulus Ar Rasyid terlihat jelas dalam setiap tindakan. Beliau mencontohkan partisipasinya dalam prosesi akad nikah sekaligus resepsi salah satu warganya belum lama ini.
"Bayangkan saja, perjalanan menuju Pajenassem dalam rangka penjemputan calon pengantin mempelai laki-laki dari Kangean, setelah itu kita balik lagi bersama rombongan pengantin laki-laki yang dari Kangean sudah menuju Pulau Sepangkur Kecil Desa Sabuntan," tuturnya.
Kehadiran dan keterlibatan aktif Ar Rasyid dalam momen-momen penting masyarakatnya mencerminkan ketulusan yang patut diapresiasi. Dedikasi seperti inilah yang menandai sebuah kepemimpinan hakiki, dimana pemimpin benar-benar menempatkan diri sebagai pelayan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya.
Sikap Ar Rasyid adalah teladan nyata bagi pejabat publik lainnya, menegaskan bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan untuk dilayani.
(R. M Hendra)