Bintan, kompasone.com - Pembangunan gapura yang terletak di Desa Gunung Kijang, Kampung Banjar Baru, RT 001 RW 001, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan diduga besar sisa daripada biaya pengerjaan.
Beberapa informasi yang didapat media ini saat bertanya pada pekerja, sebut saja Yono, ia mengatakan yang membuat gapura desa gunung kijang ini berjumlah lima orang.
Mereka dibayar harian dengan jumlah berbeda beda. Ongkos tukang Rp 200 ribu, pembantu Rp 150 ribu. "Lama pekerjaan ini siap tak sampai satu bulan sudah kelar, lantaran pembangunan gapura nya cuma gitu aja," jelas Yono
Lanjut Yono, bahan yang di pakai tersebut itu diantaranya semen, pasir, bata merah, dan besi. "Itu kalau di hitung semuanya atas biayanya mencapai sama gaji tukang sekitar Rp 20 juta," ujarnya.
Untuk mengkonfirmasi hal tersebut Kompasone.com mendatangi aparat desa di kantor desa. Namun yang di jumpa tidak ada di tempat, dan menanyakan salah satu pegawainya. Jumat (9/5/25).
Srik mengatakan Kades Asmilizar, S.Sos, berserta Kasi Kesra sedang keluar. "Kami yang di kantor tinggal beberapa orang saja, yah beginilah kerjanya, menunggu yang di perintah dari Pj kades kami pak Asmilizar, baru kami kerjakan," katanya.
Sementara itu salah seorang warga yang juga mengkritisi pembangunan gapura itu. Amir mengatakan dengan gapura dengan ukuran hanya segitu, masak biayanya mencapai Rp 65.845.945 sumber dananya Silpa Anggaran Dana Desa (ADD) tahun2025.
"Seharus nya lebih besar lagi dan memakai keramik seperti gapura yang ada di desa desa lain, itu mereka membuatnya tak main main, lantaran ini kan memberi semangat juga di kampung desa itu sendiri," ujar Amir.
(Handoko).
