Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kebakaran Warung Supatmi Rugikan Pedagang Es Degan di Kademangan

Sabtu, Maret 15, 2025, 21:15 WIB Last Updated 2025-03-15T14:15:31Z


Probolinggo, Kompasone.com– Kebakaran yang terjadi di warung milik Supatmi (60) pada siang hari, tepatnya di Jalan Raya Bromo, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, menyebabkan dampak yang signifikan bagi pedagang es degan setempat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 15 Maret 2025, itu menimbulkan kerugian yang tidak hanya dirasakan oleh pemilik warung, tetapi juga oleh Rahmani (33), seorang pedagang es kelapa muda yang mangkal berjarak hanya tujuh meter dari lokasi kebakaran.


Dari keterangan yang diperoleh, Rahmani mengungkapkan bahwa api yang berkobar telah mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar, mencapai sekitar lima juta rupiah. “Kondisi kelapa muda setelah terkena percikan api sudah tidak bisa dijual lagi. Jika dipaksakan, rasanya sudah berubah dan tidak layak konsumsi,” ujarnya dengan nada sedih, meskipun berusaha tersenyum di tengah kesulitan tersebut.


Kebakaran tersebut, yang masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang, diduga berawal dari percikan api yang menyambar dari warung tersebut. Saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa api membakar rumah Supatmi dengan sangat cepat, sehingga menyisakan puing-puing dan asap hitam yang membubung tinggi ke udara.


Robitul Habib, ketua RT setempat, juga menyatakan keprihatinannya atas kebakaran ini. "Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk memberikan bantuan bagi warga yang terkena musibah. Situasi ini tentu sangat sulit bagi mereka, termasuk pedagang kecil seperti Rahmani," ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian.


Dia juga menambahkan perlunya tindakan pencegahan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. “Kehati-hatian sangat penting dalam aktivitas sehari-hari kita. Ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua warga,” jelas Robitul.


Bagi Rahmani, kejadian ini bukan hanya soal kerugian finansial, tetapi juga dampak emosional dan sosial yang lebih dalam. “Kami berharap dapat segera pulih dan beraktivitas kembali, namun saat ini, situasi sangat menantang,” keluhnya penuh rasa pilu.


Bersamaan dengan harapan tersebut, beberapa warga telah bergotong-royong membantu menyiapkan dapur umum untuk memberikan makanan bagi mereka yang terdampak. Meskipun dalam kesulitan, solidaritas warga terlihat begitu kuat saat mereka berkumpul untuk saling membantu.


Dalam jangka pendek, Rahmani berencana untuk mencari pinjaman agar dapat mengisi kembali dagangannya dan melanjutkan usaha es degan yang sudah menjadi sumber nafkah untuk keluarganya. “Saya akan berusaha bangkit lagi, tapi semua perlu proses,” tuturnya dengan semangat yang tersisa.


Peristiwa tragis ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan dalam beraktivitas. Hal-hal kecil yang terabaikan bisa berujung pada kejadian yang merugikan dan berpotensi membahayakan banyak orang.


Kebakaran ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan individu yang terlibat, tetapi juga berdampak pada suasana komunitas secara keseluruhan, yang diharapkan dapat bersatu dalam masa-masa sulit ini agar semua pihak bisa segera pulih dan beraktivitas kembali.


Muh

Iklan

iklan

-

iklan