Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Evaluasi Partisipasi Pemilih di Pasuruan, KPU Soroti Tren Pilkada 2024

Jumat, Maret 07, 2025, 11:07 WIB Last Updated 2025-03-07T04:08:05Z


Pasuruan, Kompasone.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan menggelar Media Gathering dan Evaluasi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan 2024. Acara yang berlangsung pada 6 Maret 2025 ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk insan pers, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat.


Ketua KPU Kota Pasuruan, Zainal Abidin dalam sambutannya, menyoroti pentingnya peran media dalam meningkatkan partisipasi pemilih. "Kami mengapresiasi kerja sama media dalam menyebarluaskan informasi pemilu. Partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 menunjukkan tren yang perlu dievaluasi secara mendalam," ujarnya.


Menurut data yang dipaparkan KPU, angka partisipasi pemilih di Kota Pasuruan mengalami fluktuasi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Beberapa faktor, seperti tingkat kesadaran politik masyarakat dan akses informasi, menjadi perhatian utama dalam evaluasi ini.


Salah satu pemateri, seorang akademisi dari Universitas UNMER, menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini. "Pemilih yang memiliki pemahaman politik yang baik cenderung lebih aktif dalam menentukan pilihannya. Peran media sangat strategis dalam membangun kesadaran ini," katanya.


Di sisi lain, seorang jurnalis senior yang turut hadir menyoroti tantangan dalam penyebaran informasi pemilu. Menurutnya, hoaks dan disinformasi menjadi kendala utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. "Kami berharap ada sinergi lebih kuat antara KPU dan media untuk menangkal informasi keliru yang beredar di masyarakat," tuturnya.


Dalam diskusi panel, beberapa peserta mengusulkan pendekatan baru untuk meningkatkan keterlibatan pemilih muda. Penggunaan media sosial dan platform digital dinilai efektif untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z yang cenderung lebih aktif secara daring.


KPU Kota Pasuruan juga menyinggung tantangan teknis yang dihadapi dalam penyelenggaraan Pilkada 2024. Logistik pemilu, pelatihan petugas, dan kesiapan infrastruktur menjadi aspek yang perlu terus diperbaiki agar pemilu berjalan lancar dan transparan.


Menanggapi evaluasi tersebut, seorang perwakilan dari lembaga pemantau pemilu menyoroti pentingnya keterbukaan dalam setiap tahapan. "Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu," ujarnya.


Di akhir acara, Ketua KPU Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. "Kami akan menindaklanjuti semua masukan yang disampaikan dalam forum ini. Harapannya, partisipasi pemilih di Pilkada selanjutnya dapat meningkat lebih signifikan," pungkasnya.


Media Gathering ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu, media, dan masyarakat dalam menciptakan demokrasi yang lebih sehat dan inklusif di Kota Pasuruan.


Muh

Iklan

iklan