Pasuruan, Kompasone.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi PDI Perjuangan, Mahfud Husairi, S.T., menggelar Reses I Masa Sidang Tahun 2025 di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan KH. Mansyur Selatan No. 3, Kelurahan Sekargadung, Kota Pasuruan. Acara ini diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil untuk mengenang almarhum Teddy Armanto, mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Politik DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Tatit Panji, S.I.Kom., mengajak seluruh kader dan simpatisan yang hadir untuk mengenang jasa almarhum Teddy Armanto. "Beliau telah banyak berkorban waktu, tenaga, dan pemikirannya demi menjaga nama baik dan masa depan partai," ungkapnya.
Usai tahlil, acara dilanjutkan dengan agenda utama reses yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Mahfud Husairi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Komisi III DPRD Kota Pasuruan memiliki tugas di bidang infrastruktur, pembangunan, dan lingkungan hidup. "Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pekerjaan pembangunan serta rehabilitasi yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Kota Pasuruan," jelasnya.
Mahfud menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan disampaikan dalam rapat komisi dan sidang paripurna DPRD Kota Pasuruan. "Jika ada usulan atau aspirasi, silakan disampaikan. Kami akan perjuangkan untuk kepentingan bersama," katanya kepada peserta reses.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga Kelurahan Bukir mengeluhkan maraknya rumah kos yang dinilai meresahkan dan menimbulkan rasa tidak aman. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas terkait pengelolaan rumah kos tersebut.
Keluhan lain datang dari Bang Izul, warga Blandongan, yang menyoroti masalah banjir tahunan di Kelurahan Blandongan dan Bakalan. "Setiap kali banjir, aktivitas masyarakat terganggu, bahkan pelayanan di kantor kelurahan nyaris terhenti karena air masuk hingga ke dalam ruangan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Mahfud Husairi menjelaskan bahwa Komisi III telah membahas persoalan banjir ini dengan Dinas PUPR Kota Pasuruan dan juga pihak provinsi. "Kami terus mendorong solusi konkret agar banjir tidak lagi menjadi ancaman tahunan bagi warga," tuturnya.
Selain itu, ia juga berjanji akan mengoordinasikan permasalahan ini dengan anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan di tingkat provinsi dan pusat. "Aspirasi ini menjadi perhatian serius kami, dan akan kami perjuangkan agar segera ada solusi nyata," tegasnya.
Tatit Panji turut menambahkan bahwa persoalan banjir di Blandongan dan Bakalan memerlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif. "Kami berharap pembangunan kantor kelurahan Blandongan juga menjadi prioritas, mengingat setiap banjir terjadi, pelayanan publik nyaris lumpuh," imbuhnya.
Acara reses ditutup dengan pembacaan doa. Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang hadir dalam menyampaikan aspirasi mereka.
Muh