Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

SSDM Polri Gelar Diskusi Peningkatan Kinerja Kapolsek, Soroti Kepercayaan Publik

Jumat, Januari 24, 2025, 19:30 WIB Last Updated 2025-01-24T12:30:35Z

 


Jakarta, Kompasone.com – SSDM Polri menggelar diskusi panel bertajuk peningkatan kinerja Kapolsek di jajaran Polda pada Jumat (24/01/25). Diskusi ini bertujuan untuk membenahi permasalahan di tubuh Polri, khususnya di tingkat Polsek yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.


Diskusi yang dipandu oleh pengamat sosial Devie Rahmawati ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kabareskrim Polri periode 2009–2011 Komjen Pol (P) Ito Sumardi, guru besar Universitas Airlangga Prof Nur Basuki Minarno, Ketua Harian Kompolnas Irjen (P) Arief Wicaksono Sudiutomo, serta jurnalis senior TVOne Totok Suryanto.


Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri harus terus berbenah untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Mengelola personel yang berjumlah lebih dari 490 ribu membutuhkan keseriusan dan waktu yang tidak sebentar. FGD ini sangat penting untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan,” ujar Komjen Pol Dedi.


Komjen Pol Dedi mengakui bahwa sejumlah kejadian menonjol di akhir tahun 2024 berdampak signifikan terhadap menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Ia menekankan bahwa setiap laporan dari masyarakat harus diterima dan ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian di tingkat Polsek.


Menurutnya, 46% pengaduan masyarakat yang masuk ke Polri ditujukan kepada Polsek. “Polsek adalah garda terdepan, seluruh laporan masyarakat harus diterima, tidak boleh ada yang ditolak,” tegasnya. Komjen Pol Dedi optimistis bahwa dengan memperbaiki satuan kewilayahan, 80% permasalahan internal Polri dapat diatasi.


Ketua Harian Kompolnas Irjen (P) Arief Wicaksono Sudiutomo juga menyoroti peran strategis Polsek dalam menangani permasalahan di masyarakat. “Polsek memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang di perkotaan, perbatasan, hingga pedalaman. Oleh karena itu, perlu langkah mitigasi yang tepat sesuai kondisi masing-masing wilayah,” ujar Arief.


Komjen Pol (P) Ito Sumardi dalam pemaparannya menyebut bahwa Polri saat ini menghadapi tantangan besar terkait persepsi masyarakat dan pemberitaan di media. “Membenahi internal Polri adalah wujud kecintaan terhadap institusi. Kita harus berani berubah agar Polri kembali menjadi lembaga yang dihormati dan dipercaya,” katanya.


Prof Nur Basuki Minarno dari Universitas Airlangga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. “Polisi harus bisa mengikuti perubahan teknologi dan berpartisipasi aktif dalam memahami kebutuhan masyarakat. Pendidikan menjadi prioritas utama untuk mendukung kinerja yang lebih baik,” jelas Prof Nur Basuki.


Sementara itu, jurnalis senior Totok Suryanto mengungkapkan bahwa kritik publik terhadap Polri adalah hal yang wajar. “Polisi selalu mendapat sorotan karena masyarakat memiliki harapan besar terhadap institusi ini. Polisi harus kembali ke jati dirinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujar Totok.


Diskusi ini diikuti oleh berbagai pejabat kepolisian, termasuk Irjen Pol (P) Ronny F. Sompie, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto, dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika. Selain itu, Kapolda dan Kapolres di 36 Polda juga mengikuti diskusi ini secara virtual.


Para peserta diskusi sepakat bahwa peningkatan kualitas SDM Polri merupakan kunci utama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mereka berharap upaya pembenahan internal yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.



Muh

Iklan

iklan