Sumenep, Kompasone.com - Dalam hiruk pikuk kehidupan desa, sosok Bustanul Affa S.H., Kepala Desa Kebonagung, memancarkan aura kepemimpinan yang tegas namun hangat. Namun, di balik kesibukannya mengurus hajat hidup masyarakat, tersimpan sebuah rahasia yang tak banyak diketahui: kecintaannya pada dunia berkuda. (28/9/2024)
"Kuda bagi saya adalah sahabat sejati," ungkap Bustanul Affa, sembari mengelus lembut leher kuda kesayangannya, Buraq. "Di atas punggungnya, saya menemukan kedamaian yang tak tergantikan. Setiap kali menungganginya, terasa seperti mengembara ke alam bebas, meninggalkan sejenak segala hiruk pikuk duniawi."
Bagi Bustanul Affa, berkuda bukan sekadar hobi. Ia melihat olahraga ini sebagai sebuah metafora perjalanan hidup. "Kuda mengajarkan kita banyak hal, seperti kesabaran, keberanian, dan kepekaan," ujarnya. "Kita harus bisa memimpin kuda dengan lembut, namun tegas. Sama halnya dengan memimpin desa, kita harus bisa mengayomi warga dengan bijaksana."
Di tengah kesibukannya mengurus desa, Bustanul Affa selalu menyempatkan diri untuk berkuda. "Dalam hidup ini, kita harus pandai menyeimbangkan antara dunia dan akhirat," tegasnya. "Kesibukan kita mengurus dunia adalah kewajiban, namun jangan sampai kita melupakan urusan akhirat."
Ia melanjutkan, "Kita ini hanyalah tamu sementara di dunia. Suatu saat nanti, kita akan kembali kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, marilah kita perbanyak amal baik dan selalu ingat akan kematian."
Pesan yang disampaikan oleh Bustanul Affa ini menyentuh hati banyak orang. Ia mengingatkan kita akan pentingnya mencari keseimbangan hidup, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi. Berkuda, baginya, adalah salah satu cara untuk mencapai keseimbangan tersebut.
Melalui hobinya yang unik, Bustanul Affa telah menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda. Mereka melihat sosoknya sebagai pemimpin yang tidak hanya cerdas dan bijaksana, tetapi juga memiliki jiwa seni yang tinggi.
(R. M Hendra)
