Pasuruan, Kompasone.com - Warga di Kelurahan Karangketug, Kota Pasuruan, tenggelam dalam kesulitan setelah terkena bencana banjir yang melanda daerah mereka, namun bantuan dari pemerintah masih belum kunjung tiba. Meskipun mengalami kondisi darurat akibat banjir yang merendam pemukiman dan mengancam keselamatan mereka, masyarakat Karangketug terpaksa berjuang sendiri tanpa bantuan yang memadai dari pihak pemerintah.
Banjir yang melanda wilayah ini sejak Senin (8/4) pagi telah menyebabkan kerugian besar bagi penduduk setempat, dengan beberapa rumah terendam air hingga ketinggian lebih dari 2 meter. Situasi semakin memprihatinkan ketika banjir merenggut nyawa seorang balita yang terseret arus, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat setempat untuk bertahan dan mengatasi dampak banjir, mereka masih merasa terabaikan oleh pemerintah. Kurangnya bantuan yang diterima dari pihak berwenang membuat mereka semakin terpuruk dalam kondisi darurat ini.
Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dihadapi oleh warga Karangketug, namun upaya konkrit untuk memberikan bantuan yang memadai tampaknya masih belum diimplementasikan. Sementara itu, tokoh masyarakat setempat juga menegaskan pentingnya respons cepat dari pemerintah untuk membantu mereka keluar dari krisis ini.
Situasi ini menggarisbawahi urgensi perlunya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menanggapi bencana alam, serta pentingnya memastikan bahwa bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat kepada mereka yang membutuhkan.
(Muh)