Pandeglang, kompasone.com – Kawanan monyet liar yang kerap muncul setiap sore di Ruas jalan Panimbang- cibaliung, Kampung Ciheru, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, menjadi daya tarik bagi pengunjung sekaligus membawa berkah bagi pedagang kecil. Senin,(12/10/2026).
Kehadiran satwa liar tersebut membuat Mang Ade, penjual burger, bisa berjualan dengan menetap di lokasi tanpa harus berkeliling mencari pembeli.
Setiap pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, kawanan monyet hutan terlihat di tepi jalan. Pemandangan unik itu mengundang warga untuk singgah, membeli jajanan, sekaligus menikmati hiburan gratis dengan melihat tingkah monyet-monyet liar.
Mang Ade mengaku keberadaan monyet-monyet tersebut cukup membantu aktivitas dagangnya. Menurutnya, pengunjung yang datang tidak hanya ingin membeli makanan, tetapi juga penasaran melihat kawanan monyet yang kerap muncul pada sore hari.
“Alhamdulillah, dengan adanya monyet-monyet ini, pengunjung jadi banyak yang datang. Mereka biasanya berhenti untuk melihat monyet sambil membeli jajanan,” ujar Mang Ade.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuatnya tidak perlu berkeliling untuk menawarkan dagangan. Cukup mangkal di lokasi, ia bisa melayani pengunjung yang singgah karena tertarik melihat satwa liar.
“Kalau sore, biasanya monyet-monyet mulai muncul sekitar pukul tiga sampai pukul enam. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan suasana di sini. Pengunjung juga sering penasaran dan sengaja berhenti untuk melihatnya,” katanya.
Menurut Mang Ade, keberadaan monyet liar menjadi daya tarik tersendiri yang membuat suasana kawasan Ciheru lebih ramai pada sore hari. Pengunjung yang awalnya hanya ingin melihat monyet terkadang turut membeli makanan dan minuman yang dijajakan pedagang.
“Bagi kami pedagang kecil, tentu ini membantu. Kami bisa berjualan di satu tempat tanpa harus capek berkeliling. Pengunjung datang, melihat monyet, dan sebagian mampir membeli jajanan,” tuturnya.
Salah seorang pengunjung, Didin, mengaku senang datang ke kawasan tersebut untuk membeli jajanan sekaligus melihat tingkah monyet liar yang dianggap lucu dan menggemaskan.
“Di sini bisa jajan sambil melihat monyet-monyet liar yang lucu dan menggemaskan. Wisatanya gratis, jadi saya senang datang ke sini setiap sore,” ujar Didin.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan satwa liar dapat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil di sekitarnya.
Meski demikian, pengunjung diimbau menjaga jarak, tidak mengganggu monyet, dan tidak sembarangan memberikan makanan demi menjaga keselamatan manusia maupun satwa liar.
Ali Hamzah
