Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Herdiat di Hari Santri 2026 Ciamis: Dulu Jihad Angkat Senjata, Kini Jihad Lewat Ilmu dan Jaga Persatuan

Kamis, Oktober 22, 2026, 13:56 WIB Last Updated 2026-10-22T06:56:56Z

 


Ciamis, kompasone.com - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Ciamis menjadi momentum refleksi peran santri dari masa ke masa. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan, santri hari ini memikul tanggung jawab yang sama besarnya dengan santri di masa perjuangan kemerdekaan.


Ia mengingatkan akar sejarah Hari Santri yang lahir dari Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan itu menggerakkan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


"Sejarah tersebut mengajarkan tanggung jawab besar kepada santri. Mereka harus menjaga nilai agama, memperkuat persatuan, dan ikut membangun masa depan bangsa," ujarnya.


Peringatan tahun ini mengusung tema *"Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas."* Tema ini menegaskan peran strategis santri dalam menentukan masa depan Indonesia.


Menurut Herdiat, ada perbedaan nyata antara perjuangan santri dahulu dan sekarang. Generasi terdahulu mempertahankan kemerdekaan melalui pengorbanan dan perjuangan fisik.


Sementara generasi saat ini perlu melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, teknologi, inovasi, dan penguatan karakter.


Ia berharap santri memiliki pemahaman agama yang kuat, namun juga berkembang dalam berbagai bidang kehidupan. Santri harus berani bermimpi, percaya diri, terus belajar, serta memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.


"Santri harus terus meningkatkan kualitas diri, menjaga tradisi luhur pesantren, terbuka terhadap kemajuan zaman, serta menjadi generasi yang mandiri dan berakhlak mulia," pesan Herdiat dalam sambutannya.


Herdiat juga menekankan peran pondok pesantren sebagai pilar pembangunan daerah. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan kemandirian, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.


Ia juga mengingatkan santri agar menjaga lingkungan dan menghindari sikap yang dapat memecah persaudaraan.


Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah. Masyarakat perlu mengelola keberagaman dengan saling menghormati, bergotong royong, dan peduli terhadap kepentingan bersama.


"Pesan tersebut mengingatkan bahwa pengabdian santri tidak berhenti di pesantren. Santri perlu menerapkan nilai yang mereka pelajari melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.


Herdiat menilai Indonesia membutuhkan generasi cerdas dan berintegritas untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Generasi tersebut harus berakhlak baik dan mampu menghadapi perubahan zaman.


"Santri hari ini adalah penentu masa depan Ciamis dan Indonesia. Perjuangan dulu dengan senjata, sekarang dengan ilmu, karakter, dan karya," tutupnya.


(Amin)

Iklan

iklan