TAPUT, kompasone.com - Penguatan sektor pertanian di Tapanuli Utara (Taput) kini bergerak dari pembenahan akses produksi hingga pemetaan potensi komoditas melalui riset.
Kini dinas Pertanian setempat mulai menggerakkan sejumlah langkah, mulai pembangunan jalan tani, penguatan kelembagaan petani, penyediaan bibit unggul, hingga kajian komoditas lokal bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Rangkaian langkah tersebut direalisasikan pada Jumat (11/9) dengan menyasar sejumlah kebutuhan utama petani, sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
Penguatan akses produksi ditandai dengan peninjauan pembangunan jalan menuju Parlobuan, Desa Tapian Nauli II, Kecamatan Sipahutar, oleh Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat didampingi Kepala Dinas Pertanian Victor Siagian.
Di sisi kelembagaan, sebanyak 25 Kelompok Tani (Poktan) dari Kecamatan Pagaran, Siborongborong, dan Muara melakukan penandatanganan akta notaris di BPP Siborongborong.
Dukungan terhadap peningkatan produktivitas juga diwujudkan melalui penyaluran 150 ribu batang bibit kopi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada 24 Poktan di Kecamatan Sipahutar dan Pangaribuan. Distribusi bibit akan terus dilanjutkan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.
Sementara itu, pengembangan pertanian mulai diarahkan pada pendekatan berbasis riset dengan menggandeng tim BRIN untuk mengidentifikasi dan mengkaji potensi tanaman hortikultura di Kecamatan Muara.
Kajian tersebut mencakup pengembangan sereh wangi di Desa Hutaginjang, penetapan pohon induk alpukat unggulan di Desa Simatupang, serta proses sertifikasi pohon induk durian khas Tapanuli Utara di Desa Batu Binumbun bersama BPSB Hortikultura Provinsi Sumatera Utara.
Langkah berbasis riset itu diharapkan tidak berhenti pada pemetaan potensi, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai tambah dan prospek ekonomi bagi masyarakat.
Penguatan ketahanan pangan juga disiapkan melalui pemanfaatan lahan seluas 8 hektare di Kawasan Pertanian Terpadu untuk gerakan tanam jagung.
(Bernat L Gaol)
