Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Warga Ciamis Keluhkan Beras Banpang Bau dan Banyak Menir, Bulog: Silahkan Lapor

Sabtu, September 05, 2026, 01:32 WIB Last Updated 2026-09-04T18:32:20Z

 


Ciamis, kompasone.com -Beras Bantuan pangan (Banpang) pemerintah yang disalurkan di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis kembali mendapat keluhan dari masyarakat. Warga menyebut beras yang mereka terima berbau, berwarna kusam, dan mengandung banyak menir.


Keluhan serupa muncul di beberapa wilayah Kabupaten Ciamis, termasuk Kecamatan Sadananya dan Cijeungjing. Warga mempertanyakan kualitas beras bantuan yang mereka terima karena kondisi beras dinilai berbeda dengan beras Bulog yang mereka beli melalui kegiatan Operasi Pasar.


Seorang warga Cijeungjing yang meminta identitasnya ditulis sebagai (W) mengatakan dirinya menemukan kondisi beras bantuan yang kurang baik. Menurutnya, beras tersebut mengeluarkan bau dan memiliki banyak menir.


Keluhan itu juga serupa dengan laporan warga di Kecamatan Sadananya. Sebelumnya, warga di wilayah tersebut menyebut beras bantuan yang mereka terima berbau dan berwarna kusam. Kondisi tersebut bahkan tetap terasa setelah beras dimasak.


Keluhan dari sejumlah wilayah tersebut kemudian mendapat perhatian Forum Pemerhati Bansos Kabupaten Ciamis (FBPKC).


Keluhan mengenai kualitas beras bantuan tidak hanya muncul dari satu warga. Sejumlah masyarakat di wilayah Kabupaten Ciamis menyampaikan persoalan yang hampir sama, yakni bau pada beras, warna yang kusam, serta banyaknya menir.


Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga membandingkan beras bantuan gratis dengan beras Bulog SPHP yang mereka beli melalui Operasi Pasar atau kegiatan bazar murah.


Warga menilai beras yang mereka beli melalui kegiatan tersebut memiliki kondisi yang lebih baik. Perbedaan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kualitas beras bantuan pangan yang diterima masyarakat.


Persoalan ini menjadi perhatian karena Banpang merupakan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, kualitas beras menjadi salah satu hal penting dalam proses penyalurannya.


H. Suganda alias Oki, Koordinator Forum Pemerhati Bansos Kabupaten Ciamis (FBPKC), mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap keluhan masyarakat tersebut.


Menurut Oki, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ciamis sebelumnya telah menyatakan adanya jaminan bahwa beras bantuan pangan yang disalurkan di Tatar Galuh merupakan beras berkualitas medium.


Pernyataan tersebut, menurut Oki, perlu mendapat perhatian setelah muncul keluhan masyarakat mengenai kondisi beras yang diterima.


Mengutip pemberitaan salah satu media online di Ciamis, Perum Bulog Kantor Cabang Ciamis menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab terhadap kualitas dan kuantitas beras bantuan pangan yang diterima masyarakat.


Bulog juga menyatakan bahwa beras yang disalurkan merupakan beras berkualitas medium yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah ditetapkan.


Pemimpin Kantor Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog tetap bertanggung jawab apabila terdapat beras bantuan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.


“Masyarakat penerima manfaat jangan ragu menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan pada beras bantuan pangan yang diterima tidak sesuai harapan,” katanya, Jumat (04/09/2026).


Johan menjelaskan, masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada koordinator di tingkat kecamatan maupun koordinator area Bulog.


“Kalau ada masyarakat melihat misalkan kualitas berasnya tidak layak atau timbangannya kurang, bisa lapor ke koordinator kecamatannya. Atau bisa juga langsung ke koordinator area Bulog, kami siap mengganti,” tegasnya.


Pernyataan tersebut menjadi perhatian FBPKC karena masyarakat di sejumlah wilayah justru menyampaikan keluhan mengenai kondisi beras bantuan yang mereka terima.


Oki mempertanyakan pernyataan Johan Wahyudi terkait jaminan kualitas beras bantuan pangan tersebut. Ia berharap pihak Bulog Ciamis memberikan jawaban yang memuaskan untuk menyikapi keluhan masyarakat.


Menurut Oki, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar masyarakat tidak menjadi korban dari persoalan kualitas bantuan pangan.


Oki juga menilai pemeriksaan terhadap beras seharusnya dilakukan sebelum bantuan tersebar ke lapangan. Dengan pemeriksaan sejak awal, menurut dia, persoalan kualitas dapat diketahui sebelum beras sampai kepada masyarakat penerima manfaat.


Bagi Oki, masyarakat tidak seharusnya menerima beras dalam kondisi yang mereka keluhkan. Ia mempertanyakan bagaimana proses pemeriksaan berjalan jika masih muncul laporan mengenai beras yang berbau, berwarna kusam, dan banyak menir.


FBPKC berharap Bulog Ciamis dapat memberikan penjelasan terhadap keluhan tersebut sekaligus memastikan kualitas beras bantuan sesuai dengan jaminan yang telah disampaikan.

Kesimpulan.

Keluhan mengenai beras bantuan pangan muncul dari sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis, termasuk Sadananya dan Cijeungjing. Warga menyebut beras yang mereka terima berbau, berwarna kusam, dan banyak mengandung menir.


Di sisi lain, Bulog Ciamis melalui Pimpinan Cabangnya menyatakan bahwa beras Banpang berasal dari CBP dan memiliki kualitas medium serta menjamin penggantian apabila masyarakat menemukan beras yang tidak sesuai harapan.


FBPKC Ciamis meminta persoalan tersebut mendapat jawaban yang jelas. Oki juga menekankan pentingnya pemeriksaan kualitas sebelum beras bantuan tersebar kepada masyarakat agar penerima manfaat tidak menjadi korban. 


(AL)

Iklan

iklan