Pandeglang, kompasone.com—Pembangunan konektivitas ruas jalan Polsek Saketi–Pematang di Kabupaten Pandeglang, Banten, dari program jalan Bang Andra, disorot setelah pekerjaan pengecoran pada salah satu titik tanjakan terlihat tidak menggunakan wiremesh atau tulangan baja.
Proyek jalan kabupaten tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi Banten dengan pagu Rp4.800.000.000.00 dan HPS Rp4.799.577.800. Pembangunan mencakup ruas sepanjang 1,80 kilometer.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV Putra Jaya Tanggamus sebagai penyedia jasa. Sementara CV Niagatama Konsultan tercatat sebagai konsultan pengawas pembangunan.
Pantauan di lokasi pada Jumat (11/9/2026) menunjukkan proses pengecoran pada bagian jalan yang berada di tanjakan dilakukan tanpa terlihat adanya pemasangan wiremesh.
Penggunaan tulangan pada konstruksi beton pada prinsipnya berkaitan dengan kemampuan struktur mengendalikan retak dan menahan gaya tarik. Karena itu, tidak digunakannya wiremesh pada titik pengecoran tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai metode konstruksi yang diterapkan, terutama apakah metode tersebut telah sesuai dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, dan dokumen kontrak.
Jalan yang menerima beban kendaraan, khususnya kendaraan berat, membutuhkan konstruksi yang dirancang sesuai kondisi tanah, beban lalu lintas, serta karakteristik ruas. Apabila sistem perkuatan tidak sesuai dengan desain teknis, konstruksi beton berpotensi mengalami retak, kerusakan atau penurunan yang dapat mempengaruhi umur layanan jalan.
Wartawan kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak konsultan pengawas Dian, mengatakan penggunaan wiremesh tidak diperlukan karena kondisi jalan dinilai sudah stabil.
“Kita tidak pasang wiremesh karena kondisi jalanya sudah stabil, enggak usah pakai wiremesh. Yang kita butuhkan hanya pakai slup dan dowel,” kata Dian.
Menurut Dian, konstruksi tersebut menggunakan besi dowel dengan diameter 25 milimeter.
“Besi dowel menggunakan diameter 25,” ujarnya.
Penjelasan tersebut menyisakan pertanyaan teknis yang perlu dijawab oleh pihak terkait: apakah penggunaan slup dan dowel tanpa wiremesh memang telah ditetapkan dalam desain dan spesifikasi teknis proyek?
Mengingat nilai pekerjaan mencapai Rp4,8 miliar dan bersumber dari uang Rakyat, kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan dokumen perencanaan menjadi hal penting untuk diketahui masyarakat.
DPUPR Provinsi Banten juga perlu memberikan penjelasan mengenai desain struktur perkerasan pada ruas tersebut, spesifikasi tulangan yang dipersyaratkan, serta dasar teknis penggunaan dowel dan slup sebagai pengganti wiremesh pada titik pengecoran.
Dengan begitu, kualitas pekerjaan tidak hanya dinilai dari tampilan fisik jalan setelah selesai, tetapi juga dari kesesuaian proses pembangunan dengan spesifikasi teknis dan standar konstruksi yang telah ditetapkan.
(Hamzah)
