Surabaya, kompasone.com -Dalam rangka memperingati Maulid Nabi warga Rusunawa 1 dan 2 berduyun duyun untuk menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW memadati Musholla Al Muhajirin.
Dimulai dengan pembacaan selawat Nabi yang dipimpin oleh Sahodah dan juga sambutan-sambutan.
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh ustad Imam Basari ketua tamir Mosholla Al Muhajirin adalah salah satu tradisi penting yang dilaksanakan oleh umat Islam Setiap tahun, pada tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan salawat, pengajian, dan sedekah.
Selain sebagai momen untuk memperingati sejarah kelahiran Rasulullah, perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak serta perjuangan beliau dalam menyebarkan risalah Islam.
Kita akan membahas sejarah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan amalan-amalan yang dianjurkan dalam memperingatinya.
Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dikenal pada masa Dinasti Pada masa itu, perayaan Maulid Nabi dilakukan dengan tujuan memperingati kelahiran Rasulullah sekaligus mempererat persatuan umat Islam.
Beberapa ulama menyebut bahwa peringatan Maulid merupakan bentuk ekspresi cinta umat terhadap Rasulullah.
"Dalam sejarah Islam, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang baik selama diisi dengan kegiatan yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti pembacaan Al-Qur'an, salawat, dan pengajian," pungkasnya.
(Brh)

