Langkat-(Sumut), Kompasone.com - Terlihat kapal LPG sandar di ujung dermaga khusus Pangkalan Susu, Jalan Samudera No.84 Pangkalan Susu, tidak seperti umumnya kapal sandar secara memanjang (sejajar) di sisi dermaga.
Wakil Ketua DPRD Langkat, Romelta Ginting, SE minta PT Pertamina LPG Pangkalan Susu pastikan Jetty tempat sandar kapal LPG harus lulus uji kelayakan dari Otoritas pelabuhan atau lembaga sertifikasi maritim independen.
Pasalnya, kata dia, usia dermaga yang dijadikan tempat sandar kapal LPG yang sekarang sudah berusia puluhan tahun alias tua. Sementara Kapal kapal LPG yang sandar itu mengangkut bahan berbahaya, dan mudah terbakar.
Kini diantara fasilitas dermaga, seperti tiang pancang baja sudah ada yang korosif, sebagian lantai dermaga sudah condong, bahkan ada lantai dermaga pecah hingga terendam air laut.
"Apakah kondisi seperti itu masih laik dioperasikan," ujarnya dengan nada tanya.
Karena itu, lanjutnya, PT Pertamina LPG Pangkalan Susu harus bisa memastikan seluruh fasilitas Jetty layak dioperasikan, jangan sampai menimbulkan bahaya yang dapat merugikan perusahaan, masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dia meminta pihak manajemen perusahaan energi LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau gas alam di Pangkalan Susu harus benar-benar melaksanakan kegiatan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
Pihak pengelola dermaga LPG, harus menempatkan aspek HSSE (Helath Safety Security and Environment) sebagai syarat utama dalam setiap kegiatan operasional, termasuk fasilitas Jetty lainnya guna menghindari potensi bahaya, terangnya.
Manajemen PT Pertamina PLG, dan KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pangkalan Susu) harus berkata jujur terkait kondisi Jetty dan fasilitas tempat kapal LPG bersandar.
"Jangan katakan layik, kalau tidak layik, tapi katakan keadaan sebenarnya, agar tidak menimbulkan berbagai opini negatif dari masyarakat," katanya.
Pihak Pengelola dermaga LPG dan Otoritas bersangkutan harus melakukan pengawasan berkala terhadap fasilitas distribusi energi agar keamanan pasokan LPG tetap terjaga.
Dan jika dermaga khusus tempat sandar kapal LPG, masih tetap dalam kondisi seperti sekarang ini, maka tidak tertutup kemungkinan akan di gelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan memanggil pihak PT Pertamina LPG Pangkalan Susu dan KSOP Pangkalan Susu, tutupnya.
Terkait dugaan dermaga Jetty LPG tidak layik operasi sepertinya tidak dipermasalahkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalan Susu, Merdi Loi SE,MM yang dikonfirmasi kru Mediakompas .id Online baru baru ini.
"Dermaga masih bisa digunakan, masih bersyukur tidak ada kejadian apapun," ujarnya dengan nada enteng tanpa mempermasalahkan faktor keamanan kondisi infrastruktur dermaga.
Kemudian saat ditanya apakah menurut KSOP dermaga tersebut masih layik sehingga bisa dioperasikan, ia menyatakan, masih layik.
"Masih layik. Ya buktinya masih masuk kapal-kapal LPG, masih bisa beroperasi di situ sampai sekarang tidak ada kejadian apa-apa pak," ucapnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Region Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream, Fharougi Andriani Sumampouw, ketika dikonfirmasi awak media menyatakan, Pertamina Patra Niaga dipastikan operasional Terminal LPG Pangkalan Susu mengedepankan aspek HSSE.
Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut, lanjutnya, senantiasa menempatkan aspek Helath, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional, termasuk kegiatan penerimaan dan bongkar muat TLPG di Terminal LPG Pangkalan Susu.
Namun, pernyataan pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut ini masih diragukan kebenarannya, sebab kondisi Jetty tempat sandar kapal LPG saat ini diduga masih dalam kondisi tidak layik.
Pada umumnya, kapal sandar secara memanjang (sejajar) di sisi dermaga, sedangkan kapal LPG ini sandar di ujung dermaga, sesuai pantauan lapangan awak media baru baru ini, hal ini juga menjadi pertanyaan.
(Ms.Lim)
